Polri Bantah Ada Intel Jadi Provokator Demo

Mabes Polri membantah adanya provokator dari pihak intelijen saat demo kenaikan BBM.

oleh Liputan6Diterbitkan 03 April 2012, 21:45 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Mabes Polri membantah adanya upaya provokasi oleh intelijen Polri saat ricuhnya demo kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada 29 Maret lalu. Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol M Taufik, jika hal itu benar, tidak salah untuk dilaporkan ke Komnas HAM.

Kendati demikian, pihaknya belum menerima informasi tersebut. "Kita belum menerima info itu, kalau ada hal itu tidak ada salahnya dilaporkan ke Komnas HAM. Akan dikomunikasikan ke polisi," ujar Taufik di Gedung Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta, Selasa (3/4).

Taufik menambahkan, pihaknya bingung dengan temuan Tim Pencari Fakta Gerakan Mahasiswa (TPF-GM). Yaitu, sebuah tas yang milik anggota Brimob dan berisi buku nikah, kartu KTA kepolisian, surat penangkapan, jadwal piket Polres, pin Reskrim, dan beberapa dokumen lain.

"Saya tidak resisten, surat nikah dibawa-bawa," ungkap Taufik.

Sebelumnya, seniman Ratna Sarumpaet mengatakan, hasil temuan TPF-Gerakan Mahasiswa korban kekerasan penggerebekan polisi di YLBHI Jakarta, mengindikasikan ada oknum Brimob yang menjadi provokator aksi mahasiswa menolak kenaikkan harga BBM.(ASW/ULF)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya