Massa dari berbagai elemen berunjuk rasa memperingati Hari Buruh Migran Internasional 2018 di depan Istana Merdeka, Jakarta (18/12). Mereka meminta pemerintah untuk memberikan jaminan lapangan pekerjaan dengan upah minimum. (Merdeka.com/Imam Buhori)
Massa berunjuk rasa memperingati Hari Buruh Migran Internasional 2018 di depan Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (18/12). Mereka meminta pemerintah menciptakan layanan kesehatan dan pendidikan gratis bagi Buruh Migran Indonesia. (Merdeka.com/Imam Buhori)
Massa yang tergabung dari berbagai elemen membawa poster saat melakukan aksi unjuk rasa memperingati Hari Buruh Migran Internasional 2018 di depan Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (18/12). (Merdeka.com/Imam Buhori)
Massa yang tergabung dari berbagai elemen membawa poster saat melakukan aksi unjuk rasa memperingati Hari Buruh Migran Internasional 2018 di depan Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (18/12). (Merdeka.com/Imam Buhori)
Massa dari berbagai elemen berunjuk rasa memperingati Hari Buruh Migran Internasional 2018 di depan Istana Merdeka, Jakarta (18/12). Mereka meminta pemerintah untuk memberikan jaminan lapangan pekerjaan dengan upah minimum. (Merdeka.com/Imam Buhori)
Massa berunjuk rasa memperingati Hari Buruh Migran Internasional 2018 di depan Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (18/12). Mereka meminta pemerintah menciptakan layanan kesehatan dan pendidikan gratis bagi Buruh Migran Indonesia. (Merdeka.com/Imam Buhori)
Massa dari berbagai elemen berunjuk rasa memperingati Hari Buruh Migran Internasional 2018 di depan Istana Merdeka, Jakarta (18/12). Mereka meminta pemerintah untuk memberikan jaminan lapangan pekerjaan dengan upah minimum. (Merdeka.com/Imam Buhori)