Sepi Prestasi di Tengah Ingar-Bingar Kompetisi Sepak Bola Indonesia

Liga 1 adalah liga profesional level teratas dalam sistem liga sepak bola di Indonesia.

oleh Achmad Yani YustiawanDiterbitkan 09 Desember 2018, 17:15 WIB
Pemain Timnas Indonesia, Stefano Lilipaly, berdiskusi dengan Riko Simanjuntak usai melawan Filipina pada laga Piala AFF 2018 di SUGBK, Jakarta, Minggu (25/11). Kedua negara bermain imbang 0-0. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Liputan6.com, Jakarta - Kompetisi sepakbola tertinggi di Indonesia, atau yang musim ini bernama Gojek Liga 1 bersama Bukalapak sudah menyelesaikan pertandingan terakhir. Setelah menyelesaikan 34 pertandingan sejak Maret lalu, tim yang berhak menyandang gelar juara sudah bisa ditentukan. Begitu juga dua tim teratas dari divisi dibawahnya langsung promosi ke Liga 1 musim depan.

Liga 1, yang sebelumnya, Liga Super Indonesia, adalah liga profesional level teratas dalam sistem liga sepak bola di Indonesia. 18 klub bersaing untuk menjadi juara dengan sistem kompetisi promosi dan degradasi. PT Liga Indonesia Baru adalah operator resmi Liga 1 dengan masing-masing klub peserta sebagai pemegang saham utamanya.

Liga berlangsung dalam satu tahun (kalender) penuh sejak Maret sampai dengan Desember (semula dijadwalkan berakhir November). Total 34 pertandingan untuk setiap peserta liga yang dimainkan secara kandang dan tandang (home and away).

Kompetisi ini dibentuk oleh PSSI pada tahun 2008 sebagai perwujudan kompetisi profesional sepak bola pertama di Indonesia. Sebelumnya hanya berkompetisi secara amatir dan masih mengandalkan APBD sebagai modal berkompetisi. Sebanyak 32 klub telah berpartisipasi sejak musim perdananya pada tahun 2008.

Sepanjang kompetisi ini (Liga 1) bergulir, banyak dinamika yang terjadi. Entah itu terkait dengan klub, pemain hingga jadwal kompetisi. Bahkan, PSSI di tengah perjalanan sempat memutuskan untuk menghentikan Liga 1 sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi menjelaskan, keputusan ini adalah bentuk keprihatinan PSSI atas tewasnya anggota The Jak Mania, Haringga Sirla, jelang pertandingan antara Persib Bandung dan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung.

Belum lagi di akhir kompetisi, ramai dibicarakan soal match fixing mulai Liga 3, Liga 2, hingga pengaturan juara di Liga 1 2018.


Kegagalan Timnas

Gelandang Timnas Indonesia, Andik Vermansah, menggiring bola saat melawan Timor Leste pada laga Piala AFF 2018 di SUGBK, Jakarta, Selasa (13/11). Indonesia menang 3-1 atas Timor Leste. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Terlepas dari persoalan yang masih menghinggapi kompetisi di Indonesia, publik sepakbola juga masih membahas tentang kegagalan Timnas Indonesia.

Timnas Indonesia gagal di semua ajang yang diikuti pada 2018. Tim Merah-Putih terhenti di babak Grup Piala AFF 2018.

Lanjut Baca:

Selain Piala AFF, Indonesia juga terhenti di perempatfinal Piala Asia U-16 dan Piala Asia U-19. Sementara di Asian Games 2018, Garuda Muda tersingkir di babak 16 besar. Banyak kalangan menilai mandeknya prestasi Timnas Indonesia masih terkait dengan belum beresnya penataan kompetisi atau tepatnya pembinaan sepakbola oleh federasi atau PSSI.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya