Liputan6.com, Berlin: Kanselir Jerman Angela Merkel sepakat untuk mendukung mantan aktivis Jerman Timur, Joachim Gauck, untuk menjadi presiden Jerman berikutnya. "Saya yakin Gauck dapat berperan penting bagi negara dalam menghadapi tantangan zaman dan masa depan," kata Merkel usai menghadiri pertemuan dengan anggota dewan berhaluan kanan-tengah dan oposisi di gedung kanselir, Berlin Tengah, seperti dilansir AFP, baru-baru ini.
Gauck diharapkan bisa menyelesaikan masalah-masalah internal negara, terutama dalam bidang ekonomi. Aktivis yang dibesarkan di Jerman Timur ini dijuluki "guru demokrasi sejati". Ia telah memberikan kontribusi besar terhadap negara dalam menyatukan Jerman Barat dan Jerman Timur pada 1990 silam.
Pendeta berusia 72 tahun itu sebelumnya pernah menjadi kandidat dari Partai Demokrat Sosial dan Partai Hijau pada Juni 2010. Namun, ia kalah bersaing dengan Wulff.
Selain Merkel, Gauck juga mendapat dukungan dari pihak oposisi. Selain itu, pihak konservatif juga setuju jika Gauck menjadi presiden meski sebelumnya kelompok tersebut enggan mendukung lantaran gengsi. Namun, demi mengakhiri hancurnya pemerintahan Jerman saat ini, akhirnya kelompok konservatif mendukung pendeta itu.
Joachim Gauck lahir pada Januari 1940 di timur laut kota Rostock. Gauck telah menjadi seorang pendeta baik yang menggunakan kebebasan relatif untuk membela hak asasi manusia. Ia juga seorang tokoh terkemuka dalam revolusi damai yang membantu menggulingkan Tembok Berlin pada 1989.
Kemudian pada 1990, ia menjadi kepala arsip besar yang ditakuti polisi Stasi rahasia di Jerman Timur. Menjabat sampai 2000, ia mendapatkan penghargaan dalam menegakkan kebenaran dan menyeimbangkan rekonsiliasi negara menjadi satu.
Pemilihan presiden Jerman yang baru akan dilaksanakan Maret mendatangm dimana mayoritas petinggi negara mendukung Gauck naik menjadi pemimpin negara. Pemilihan dilakukan setelah Christian Wuff mengundurkan diri sebagai Presiden Jerman karena dituduh korupsi [baca: Salahgunakan Kedudukan, Presiden Jerman Mundur].(BOG)
Gauck diharapkan bisa menyelesaikan masalah-masalah internal negara, terutama dalam bidang ekonomi. Aktivis yang dibesarkan di Jerman Timur ini dijuluki "guru demokrasi sejati". Ia telah memberikan kontribusi besar terhadap negara dalam menyatukan Jerman Barat dan Jerman Timur pada 1990 silam.
Pendeta berusia 72 tahun itu sebelumnya pernah menjadi kandidat dari Partai Demokrat Sosial dan Partai Hijau pada Juni 2010. Namun, ia kalah bersaing dengan Wulff.
Selain Merkel, Gauck juga mendapat dukungan dari pihak oposisi. Selain itu, pihak konservatif juga setuju jika Gauck menjadi presiden meski sebelumnya kelompok tersebut enggan mendukung lantaran gengsi. Namun, demi mengakhiri hancurnya pemerintahan Jerman saat ini, akhirnya kelompok konservatif mendukung pendeta itu.
Joachim Gauck lahir pada Januari 1940 di timur laut kota Rostock. Gauck telah menjadi seorang pendeta baik yang menggunakan kebebasan relatif untuk membela hak asasi manusia. Ia juga seorang tokoh terkemuka dalam revolusi damai yang membantu menggulingkan Tembok Berlin pada 1989.
Kemudian pada 1990, ia menjadi kepala arsip besar yang ditakuti polisi Stasi rahasia di Jerman Timur. Menjabat sampai 2000, ia mendapatkan penghargaan dalam menegakkan kebenaran dan menyeimbangkan rekonsiliasi negara menjadi satu.
Pemilihan presiden Jerman yang baru akan dilaksanakan Maret mendatangm dimana mayoritas petinggi negara mendukung Gauck naik menjadi pemimpin negara. Pemilihan dilakukan setelah Christian Wuff mengundurkan diri sebagai Presiden Jerman karena dituduh korupsi [baca: Salahgunakan Kedudukan, Presiden Jerman Mundur].(BOG)