ILO Puji Kinerja SPSI

Organisasi Buruh Sedunia (ILO) pada Kantor Regional Asia Pasific yang diwakili Shigeru Wada berpendapat kiprah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) terdengar hingga pelosok dunia.

oleh Liputan6Diterbitkan 17 Februari 2012, 21:56 WIB
Liputan6.com, Malang: Organisasi Buruh Sedunia (ILO) pada Kantor Regional Asia Pasific yang diwakili Shigeru Wada berpendapat kiprah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) terdengar hingga pelosok dunia. Menurut dia, SPSI berprestasi dalam memperjuangkan hak para pekerja.

"Nama SPSI sudah terdengar di seluruh dunia sejak lama sekali. Walaupun dalam perjalanannya ada kendala, tapi nama SPSI adalah simpul serikat pekerja di seluruh Indonesia," ucap Shigeru Wada saat pidato pembukaannya dalam Kongres VIII Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) di Kota Batu, Jawa Timur, Jumat (17/2).

Pria asal Tokyo, Jepang, ini juga menjelaskan bahwa nama SPSI juga sudah melekat di dalam benak para pekerja internasional yang menilai bahwa nama SPSI bagaikan merek kendaraan bermotor yang tak terlepas dari negara yang memproduksinya. "Seperti saya orang Jepang di mana di Jepang kalau bicara sepeda motor, maka yang dikenal namanya Honda. Kalau di Indonesia bicara masalah pekerja maka itu yang kita kenal adalah SPSI," tuturnya.

Shigeru Wada yang menjabat sebagai Senior Specialist Workers Activities menambahkan, kehadirannya di kongres ini bukan hanya sekadar mewakili organisasi ILO saja, melainkan untuk bersilaturahmi bersama teman lama. "Kehadiran saya  kemari adalah bukan hanya sekadar mewakili ILO, tapi SPSI merupakan teman sejak lama, jadi saya cukup lama sekali yang saya ingat tahun 1998," imbuhnya.

Lantaran itulah, Shigeru Wada mengingatkan pergantian regenerasi kepemimpinan serikat pekerja melalui kongres adalah hal yang penting di setiap negara, khususnya Indonesia. Terlebih, menurut dia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pidato yang luar biasa guna meningkatkan kesejahteraan para pekerja. Pidato Presiden SBY ini disampaikan dalam konferensi internasional pekerja yang diikuti 183 delegasi negara di Jenewa, Swiss, beberapa waktu lalu.

"Presiden SBY mendeklarasikan bahwa Indonesia tidak akan memberikan upah buruh murah. Beliau juga menegaskan bahwa Indonesia juga terus mempromosikan peningkatan skill untuk meningkatkan upah pekerjanya. maka dengan upah meningkat maka ekonominya juga akan meningkat. Dan itu juga yang dipromosikan oleh ILO dalam beberapa tahun terakhir ini," paparnya.

"Capaian beberapa tahun terakhir ini melalui lembaga tripatritnya, yaitu pengusaha, pemerintah, dan pekerja melakukan nota kesepahaman lapangan pekerja. Di dalam pakta lapangan pekerja tersebut dipromosikan bahwa akan memberikan lapangan pekerjaan yang layak dan upah yang layak," tambahnya.

Di dalam pakta lapangan pekerja itu, Shigeru Wada mengingatkan, harus benar-benar didominasi serikat pekerja ketimbang pengusaha. "Saya percaya serikat pekerja dan buruh akan mempertahankan pakta lapangan pekerja itu demi kesejahteraan di masa mendatang," imbuhnya.(ADI/ANS)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya