Lion Air Pesan Empat Jet Pribadi Hawker

Maskapai penerbangan swasta terbesar, Lion Air memesan empat jet pribadi tipe 900XP produksi Hawker Beechcraft, Amerika Serikat senilai 64 juta dolar AS.

oleh Liputan6Diterbitkan 15 Februari 2012, 14:36 WIB
Liputan6.com, Singapura: Maskapai penerbangan swasta terbesar, Lion Air memesan empat jet pribadi tipe 900XP produksi Hawker Beechcraft, Amerika Serikat senilai 64 juta dolar AS.

"Empat pesawat jet pribadi ini, akan datang secara bertahap, dua pesawat tahun ini dan dua lainnya tahun depan," kata CEO dan Pendiri Lion Air, Rusdi Kirana, di Singapura Rabu (16/2).

Rusdi mengungkapkan hal itu usai menandatangani kontrak pembelian empat pesawat itu dengan VP Sales Asia Pasific & India Hawker Beechcraft International Service Company, Daniel Keady, di sela Singapura Air Show 2012, di Singapura.

Menurut Rusdi, sebagai negara kepulauan, Indonesia sangat strategis bagi pasar penerbangan tidak berjadwal, baik untuk kepentingan bisnis, politik atau lainnya.

"Mereka dari pebisnis atau politisi dan kalangan lainnya yang memerlukan perjalanan tak berjadwal, adalah pasar utama untuk pesawat ini," katanya.

Dengan demikian, kata Rusdi, sebagai maskapai swasta terbesar di Indonesia, Lion Air telah menyiapkan dua jasa sekaligus yakni penerbangan berjadwal dan tidak berjadwal.

Sementara itu, menurut Regional Sales Director Southeast Asia, Hawker Beechcraft, Pasha Saleh mengakui, di Indonesia sudah ada dua pesawat sejenis yang dimiliki seorang pengusaha di Indonesia.

"Namun untuk kategori perusahaan penerbangan, Lion Air adalah pembeli pertama di Indonesia," katanya.

Pesawat tersebut berkapasitas delapan penumpang dan tiga kru dan mampu terbang sekitar enam jam dan daya jelajah 2.900 nautical miles atau sekitar 5.371 km.

"Harga per pesawat sekitar 16 juta dolar AS," kata Pasha.

Disinggung pendanaan pengadaan 4 pesawat tersebut, Ditektur Umum Lion Air, Edward Sirait menyebut, berasal dari perbankan swasta komersial internasional.

"Saya belum bisa menyebut nama banknya," katanya sambil menegaskan bahwa penandatangan pemesanan tersebut tak akan terjadi, bila belum ada sindikasi perbankan yang mendanai.

Yang jelas, kata Edward, satu pesawat akan datang pada Mei tahun ini dan pesawat kedua, Juni tahun ini juga.

"Empat pesawat ini, akan dikelola oleh unit bisnis 'Lion Air Charter'," katanya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Daniel menyebut uang muka pembayaran dari empat pesawat itu kurang dari 50 persen. "Pembayaran sisanya, akan dilakukan setelah penandatanganan ini," katanya.

Sebelumnya, Lion Air pada ajang yang sama telah memastikan pembelian 2O1 B737 MAX dan 29 B737-900ER generasi berikutnya dan opsi pembelian 150 pesawat lainnya dengan Boeing Company.

Ke-230 pesawat itu akan dikirim mulai 2017 hingga 2025 dengan total pembelian sebesar 22,4 miliar dolar AS atau transaksi terbesar sepanjang sejarah Boeing.

"Jika lancar dan tak ada halangan, pesawat Lion Air pada 2025 sebesar 408 pesawat, setelah ditambah pesanan sebelumnya sebesar 178 pesawat B737-900ER," kata Edward.

Pangsa pasar Lion Air di Indonesia hingga saat ini telah mencapai 47-51 persen dan ditargetkan dalam beberapa tahun ke depan sebesar 60 persen.

Data Kementerian Perhubungan, jumlah penumpang domestik dan internasional 2011 diperkirakan mencapai 60 juta orang atau tumbuh sekitar 15-20 persen per tahunnya.(ANT/MEL)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya