Tahukah Anda? Hiu Tak Pernah Ompong!

Sepanjang hidup hiu bisa menggunakan 20 ribu giginya setiap hari. Selesai dipakai, gigi hewan yang populasinya terancam ini akan tanggal dan langsung diganti gigi di barisan berikutnya.

oleh Liputan6Diterbitkan 12 Juli 2002, 07:23 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Ikan hiu memiliki sejumlah keunikan. Hewan air ini dapat memiliki hingga 3.000 gigi di mulut dengan komposisi enam hingga 30 baris. Hiu juga dikenal ikan yang tidak pernah ompong. Sepanjang hidupnya hiu bisa menggunakan lebih dari 20 ribu gigi yang berganti setiap hari sekali. Gigi-giginya sangat tajam. Jika sudah terpakai akan tanggal dan langsung berganti gigi di barisan berikutnya.

Ada lagi yang menarik, tak semua ikan hiu alias the shark buas dan ganas. Ada beberapa spesies yang dapat berinteraksi dengan manusia. Hiu sirip hitam misalnya. Ikan ini cukup aman berinteraksi dengan manusia. Dari 350 jenis hiu, hanya 30 spesies yang dilaporkan menyerang manusia. Itu pun cuma 25 kasus per tahun. Sisanya adalah hiu yang cukup bersahabat. Bahkan ada hiu yang hanya menyantap plankton. Kini, populasi hiu terancam karena penangkapan yang mencapai 100 juta ekor per tahun.

Mayoritas hiu memiliki daya pandang yang lemah. Karena itu benda apapun yang ada di dekatnya bakal dimangsa. Ukurannya juga tak semua besar. Sebab, ada hiu yang panjangnya sekian sentimeter saja. Hiu termasuk hewan bertulang belakang. Tapi, seluruhnya tubuhnya justru ditopang tulang rawan (cartilage). Dengan kata lain, hiu tidak bertulang. Dalam tulang rawan hiu terkandung protein, kalsium, fosfor, karbohidrat, air, serat, lemak serta komponen alamiah lain sebagai nutrisi. Sebaliknya, di tulang rawan tersebut tidak ditemukan unsur-unsur metal berat seperti seng, tembaga, merkury, nikel dan mineral sejenis yang cenderung berbahaya bagi manusia.

Ada lagi yang perlu diketahui tentang hiu. Selain siripnya yang lezat --di Cina hiu dijadikan hidangan wajib kalangan istana sejak dinasti Ching), tulang rawannya berkhasiat menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Bahkan Badan Pengatur Obat dan Makanan Amerika (FDA) mengeluarkan izin khusus pemakaian tulang rawan hiu sebagi penunjang pengobatan alternatif sejak 1993. Sebab, berdasarkan kandungan hiu, para ahli berkesimpulan, tulang rawannya tidak beracun dan tidak memiliki efek sampingan hingga aman dikonsumsi.

Seperti ikan pada umumnya, hiu juga mempunyai sisik seperti gigi kecil yang disebut dentikel. Sisik tersebut berfungsi untuk mempercepat laju renangnya. Sementara permukaan kulitnya sangat kasar. Zaman dahulu masyarakat pantai sering menggunakan kulit hiu sebagai amplas.(TNA/Esther Mulyanie dan Dwi Guntoro)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya