Liputan6.com, Jakarta: Sejumlah tokoh dari berbagai bidang meramaikan kolaborasi pembacaan puisi, musik, dan gerak tari bertajuk "Opera Negeri Kaum Terdakwa" yang dipentaskan di Graha Taman Ismail Marzuki, Jumat (5/7) malam. Icu Zakafril, satu dari sekian penggagas pertunjukan ini mengatakan opera digelar dengan jeda sesaat dari segala hiruk pikuk yang terjadi saat ini.
Sebanyak 25 karya Soeparwan G. Parikesit dibacakan sang pencipta sendiri plus penyair tamu yang datang dari berbagai kalangan. Sebut saja, penyair Taufik Ismail, cendekiawan muslim Nurcholish Madjid, Ketua MPR Amien Rais, dan kalangan artis. Sebagian puisi bertutur soal perenungan hingga gugatan yang tak bermaksud menghakimi sekelompok orang. Tapi, lebih bersifat mengingatkan.
Musik pergelaran seni ini digarap Franky Sahilatua. Gerak tari di bawah koreografi Sentot. Acara "gado-gado" ini juga melibatkan tidak kurang 35 penari dan pantomim pendukung.(TNA/Muhammad Kemal dan Effendi Kassah)
Sebanyak 25 karya Soeparwan G. Parikesit dibacakan sang pencipta sendiri plus penyair tamu yang datang dari berbagai kalangan. Sebut saja, penyair Taufik Ismail, cendekiawan muslim Nurcholish Madjid, Ketua MPR Amien Rais, dan kalangan artis. Sebagian puisi bertutur soal perenungan hingga gugatan yang tak bermaksud menghakimi sekelompok orang. Tapi, lebih bersifat mengingatkan.
Musik pergelaran seni ini digarap Franky Sahilatua. Gerak tari di bawah koreografi Sentot. Acara "gado-gado" ini juga melibatkan tidak kurang 35 penari dan pantomim pendukung.(TNA/Muhammad Kemal dan Effendi Kassah)