Tim Forensik Kesulitan Ungkap Kerangka Tan Malaka

Pakar DNA Universitas Indonesia Djadja S Atmadja mengatakan, beberapa kendala di antaranya sampel DNA sudah sangat terdegradasi akibat lamanya waktu yang kini mencapai 60 tahun.

oleh Liputan6Diterbitkan 09 Januari 2012, 13:02 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Pakar DNA Universitas Indonesia Djadja S Atmadja mengaku masih banyak mengalami kendala mengungkap Deoxyribronukleic Acid (DNA) dari jasad pahlawan Tan Malaka. Meski saat ini sudah menunjukan beberapa persen hasil temuan.

Menurut Djadja, kendala itu di antaranya sampel DNA sudah sangat terdegradasi akibat lamanya waktu yang kini mencapai 60 tahun. Serta sampel terendam air akibat terkubur pada Daerah Aliran Sungai (DAS) yang kini berada di Selopanggung, Kediri, Jawa Timur [baca: Pekan Ini, Makam Tan Malaka Dibongkar].

"Jumlah kandungan DNA yang relatif sedikit dalam sampel tulang dan gigi dibandingkan dengan orang lain," ujar Djadja dalam jumpa pers di Wisma Shalom, Jakarta Pusat, Senin (9/1). Kendala lain menurut Djadja tingginya kontaminasi sampel oleh lingkungan sekitar. Selain jumlah sempel yang terbatas, metode ekstrak DNA juga masih langka untuk pemeriksaan kasus semacam ini.

"Saat ini pemeriksaan terhadap bahan sisa sampel kerangka di Selopanggung sedang dalam proses persiapan analisis LCN tersebut. Kami memperkirakan pemeriksaan tersebut tidak akan berlangsung lama," imbuh Djadja.

Lebih lanjut Djadja menjelaskan, untuk identifikasi DNA yang lebih mutakhir, yang saat ini hanya berada di dua negara, yakni Amerika Serikat dan Australia. "Jadi dengan alat ini nanti kita tak perlu lagi membutuhkan sampel yang terlalu banyak. Beda dengan sebelumnya yang di Korea Selatan ini banyak menghabiskan sampel."

Tapi, lanjut Djadja, untuk menjaga kemungkinan pemeriksaan ulang, pihaknya memperkirakan akan dapat memberikan hasil akhir pada awal November 2012.(AIS)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya