Liputan6.com, Lebak: Untuk memenuhi permintaan pasar di Banten, mobil merek Tawon buatan pabrik PT Super Gasindo Jaya di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, diproduksi sebanyak 50 unit per bulan. "Mobil produksi kami juga sudah dibeli Pemerintah Provinsi Banten sebagai kendaraan dinas tahun 2006," kata Devi Arya Putri, Manajer Personel PT Super Gasindo Jaya di Rangkasbitung, Sabtu (7/1).
Tawon dikerjakan sekitar 30 orang dan sebagian besar dari SMK jurusan otomotif di Rangkasbitung. "Kami saat ini hanya mampu produksi 50 unit mobil Tawon per bulan," ujar Devi Arya Putri. Mobil rakitan anak-anak pelajar Sekolah Menengah Kejuruan Rangkasbitung tersebut menurut Devi banyak dipesan untuk dinas pemerintahan, perusahaan swasta maupun kendaraan pribadi. Bahkan, sebuah koperasi di Surabaya, Jawa Timur, memesan 200 unit mobil Tawon.
Permintaan koperasi itu, imbuh dia, saat mengikuti pameran di Surabaya setelah menempuh perjalanan dari Rangkasbitung-Surabaya selama 19 jam dengan kecepatan maksimal 100 kilometer per jam. Dia menjelaskan, Tawon yang diproduksi sejak 2006 mengalami sejumlah perubahan desain pada awal 2010.
Sejatinya, desain mobil diciptakan pemilik PT Super Gasindo Jaya, Koentjoro Njoto dengan nama mobil Tawon sebagai kendaraan mini, namun kuat dan cekatan. Saat ini produksi mobil Tawon memiliki tiga varian, yakni model bak terbuka, model mini van serta model tawon. Model terakhir bisa memuat lebih dari tiga orang penumpang.
"Semua mobil Tawon itu bisa menggunakan bahan bakar premium dan gas," katanya. Ia menjelaskan, komponen interior dan eksterior seluruhnya produk buatan asli Indonesia, namun mesinnya masih didatangkan dari Cina. Adapun harga mobil buatan pelajar SMK Rangkasbitung itu berkisar antara Rp 40 juta sampai Rp 60 juta per unit.(ANS/Ant)
Tawon dikerjakan sekitar 30 orang dan sebagian besar dari SMK jurusan otomotif di Rangkasbitung. "Kami saat ini hanya mampu produksi 50 unit mobil Tawon per bulan," ujar Devi Arya Putri. Mobil rakitan anak-anak pelajar Sekolah Menengah Kejuruan Rangkasbitung tersebut menurut Devi banyak dipesan untuk dinas pemerintahan, perusahaan swasta maupun kendaraan pribadi. Bahkan, sebuah koperasi di Surabaya, Jawa Timur, memesan 200 unit mobil Tawon.
Permintaan koperasi itu, imbuh dia, saat mengikuti pameran di Surabaya setelah menempuh perjalanan dari Rangkasbitung-Surabaya selama 19 jam dengan kecepatan maksimal 100 kilometer per jam. Dia menjelaskan, Tawon yang diproduksi sejak 2006 mengalami sejumlah perubahan desain pada awal 2010.
Sejatinya, desain mobil diciptakan pemilik PT Super Gasindo Jaya, Koentjoro Njoto dengan nama mobil Tawon sebagai kendaraan mini, namun kuat dan cekatan. Saat ini produksi mobil Tawon memiliki tiga varian, yakni model bak terbuka, model mini van serta model tawon. Model terakhir bisa memuat lebih dari tiga orang penumpang.
"Semua mobil Tawon itu bisa menggunakan bahan bakar premium dan gas," katanya. Ia menjelaskan, komponen interior dan eksterior seluruhnya produk buatan asli Indonesia, namun mesinnya masih didatangkan dari Cina. Adapun harga mobil buatan pelajar SMK Rangkasbitung itu berkisar antara Rp 40 juta sampai Rp 60 juta per unit.(ANS/Ant)