Liputan6.com, Semarang: Puluhan warga Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (2/7), mendatangi PT Mega Rubber Factory. Warga menuntut agar perusahaan pembuat ban tersebut segera menghentikan pencemaran dan menyediakan air bersih. Mereka adalah perwakilan dari dua rukun warga atau sekitar 150 kepala keluarga yang menjadi korban pencemaran.
Seorang ketua rukun tetangga menuturkan, puncak kejengkelan warga dipicu rusaknya sendang yang menjadi satu-satunya sumber mata air warga sekitar. Selain warnanya menjadi hitam pekat, air tersebut mengandung minyak bakar atau residu. Bahkan, kertas yang dicelupkan ke air tersebut dapat menyala bila dibakar.
Selain pencemaran air, dia menambahkan, sebenarnya warga sudah tiga tahun lebih terganggu dengan limbah asap berupa butiran hitam seperti pasir. Mereka juga kerap mencium bau busuk yang menyengat.
Dalam perundingan, warga menuntut agar disediakan air bersih. Tak hanya itu, manajemen pabrik diminta mengganti bahan bakar batu bara dengan yang lain. Terutama untuk mengurangi asap partikel. Menanggapi tuntutan warga, Manajer Umum PT Mega Rubber Factory Benny Gondokusomo berjanji menyediakan bak penampungan air bagi warga. Juga akan menguras sendang agar kembali seperti sedia kala.(ANS/Teguh Hadi Prayitno dan Kukuh Ary Wibowo)
Seorang ketua rukun tetangga menuturkan, puncak kejengkelan warga dipicu rusaknya sendang yang menjadi satu-satunya sumber mata air warga sekitar. Selain warnanya menjadi hitam pekat, air tersebut mengandung minyak bakar atau residu. Bahkan, kertas yang dicelupkan ke air tersebut dapat menyala bila dibakar.
Selain pencemaran air, dia menambahkan, sebenarnya warga sudah tiga tahun lebih terganggu dengan limbah asap berupa butiran hitam seperti pasir. Mereka juga kerap mencium bau busuk yang menyengat.
Dalam perundingan, warga menuntut agar disediakan air bersih. Tak hanya itu, manajemen pabrik diminta mengganti bahan bakar batu bara dengan yang lain. Terutama untuk mengurangi asap partikel. Menanggapi tuntutan warga, Manajer Umum PT Mega Rubber Factory Benny Gondokusomo berjanji menyediakan bak penampungan air bagi warga. Juga akan menguras sendang agar kembali seperti sedia kala.(ANS/Teguh Hadi Prayitno dan Kukuh Ary Wibowo)