Ledakan Keras di Graha Cijantung

Ledakan dari sebuah benda yang disinyalir mercon berukuran besar terjadi di Graha Cijantung, Jakarta Timur. Tujuh orang luka-luka. Seorang di antaranya terluka serius. Polisi masih memeriksa sejumlah saksi.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 02 Juli 2002, 12:08 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Sebuah ledakan terjadi di lantai dasar Graha Cijantung, Jakarta Timur, Senin (1/7) sekitar pukul 19.45 WIB.

Liputan6.com, Jakarta: Sebuah ledakan terjadi di lantai dasar Graha Cijantung, Jakarta Timur, Senin (1/7) sekitar pukul 19.45 WIB. Ledakan dari benda yang disinyalir bom rakitan itu mengakibatkan seorang terluka serius dan enam lainnya terluka ringan. Selain itu, sebuah ruangan di lantai dasar gedung yang berdekatan dengan Supermarket Hero ini rusak berat. Menurut sejumlah saksi mata, suara ledakan keras terdengar hingga dua kali. Bahkan, sampai terdengar ke Markas Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD yang letaknya tak jauh dari lokasi. Sejumlah pengunjung bioskop juga diberitakan panik dan berusaha untuk segera keluar dari gedung tersebut. Tim Gegana dan Penjinak Bahan Peledak Markas Besar Kepolisian RI tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 20.40 WIB. Untuk mencegah korban bertambah, polisi telah menyisir dan mengisolir lokasi kejadian. Sedangkan para korban telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Rebo, Jakarta Timur. Namun, sekitar pukul 23.00 WIB, enam korban, yaitu Eka Rohana (19) warga Cipinang Muara, Jaktim; Kiky Hendrawati (27) warga Cibubur yang tengah mengandung sembilan bulan; Retno (21) warga Kramatjati; Juriah (23) warga Lobang Buaya; Nina Nurlita (19) warga Lobang Buaya; dan Agus Hartono (26) warga Kebagusan, Pasarminggu. Sementara Suyatna, warga Jalan Haji Husein, Pasar Rebo, yang terluka parah dipindahkan ke RS Harapan Bunda. Dia menderita luka bakar yang cukup parah di bagian kepala, punggung, dan tangan. Tak cuma polisi, sejumlah anggota Kopassus juga langsung diterjunkan ke lokasi. Mereka bersenjata lengkap, termasuk senapan laras panjang. Beberapa orang wartawan media cetak dan elektronik yang berusaha memasuki tempat kejadian dilarang anggota Kopassus. Sebab, khawatir masih ada sisa bom yang belum sempat meledak. Menurut Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Makbul Padmanegara, berdasarkan hasil penyelidikan Tim Gegana dan Jihandak Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri, ledakan yang menyebabkan lubang besar berdiameter sekitar empat meter itu bukan berasal dari bom, melainkan petasan. "Ledakan ini low explosive dan biasa kita kenal sebagai mercon. Mercon besar," kata Makbul di lokasi kejadian. Terlebih lagi, mobil Isuzu Panther (B 7167 FI) yang berada hanya beberapa meter dari titik ledakan tak rusak sedikit pun. Kapolda mengatakan itu lantaran Tim Gegana dan Jihandak tak menemukan rangkaian listrik yang biasa digunakan untuk perangkat bom. Selain itu, polisi juga tak mencium bau mesiu. Sementara yang menyebabkan tembok hancur, menurut Makbul, karena petasan tadi diletakkan di tempat yang tersembunyi, tepatnya di bawah tangga pelataran parkir B2 lantai dasar Graha Ciantung. Makbul juga mengatakan bahwa polisi hingga kini belum menetapkan seorang pun sebagai tersangka. Sejauh ini, polisi masih memeriksa sejumlah saksi mata. Pada kesempatan itu, Kapolda juga sekaligus menyangkal tentang pendapat yang mengatakan bahwa telah terjadi salah paham antara polisi dan anggota Kopassus perihal penanganan keamanan maupun penyelidikan di lokasi kejadian. Berdasarkan pemantauan SCTV, memang banyak anggota Kopassus yang turun ke lokasi. Mereka terlihat ketat sekali menjaga lokasi. Bahkan, petugas dari Direktorat Reserse Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Bachtiar Effendi Tambunan, Kepala Tim Anti Teror dan Bom AKBP Carlos Tewu dan tiga anggota Tim Identifikasi Polda Metro Jaya sempat dihambat saat hendak menuju lokasi. Pada waktu yang nyaris bersamaan, Tim Gegana Mabes Polri juga mengamankan sebuah tas mencurigakan di Jalan Basuki Rahmat, Kampung Melayu, Jaktim. Namun hingga berita ini ditulis, belum ada kepastian perihal isi tas berwarna hitam yang dikunci tersebut mengandung bahan peledak atau tidak. Menurut sejumlah warga, ada dua pengendara sepeda motor yang sengaja meletakkan tas itu di depan sebuah warung milik warga setempat sekitar pukul 20.30 WIB. Namun saat ditegur oleh Rahman dan Wardi, dua warga Rawamangun, keduanya langsung kabur. Akhirnya penemuan tas tersebut dilaporkan ke polisi yang kebetulan melintas di sekitar lokasi. Tim Gegana yang tiba di lokasi sekitar pukul 21.30 WIB langsung meneliti tas, termasuk mendeteksi kemungkinan adanya unsur logam dan bahan peledak di dalam tas. Begitu dipastikan aman, tas tersebut langsung dievakuasi ke dalam trailer bom buat diteliti lebih lanjut di Puslabfor Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Awal Juni silam, kasus peledakan juga terjadi di dua lokasi di Jakarta Pusat. Masing-masing di pelataran parkir Hotel Jayakarta, Hayam Wuruk serta halaman depan Diskotik Eksotik, Mangga Besar [baca: Dua Ledakan Mengguncang Jakarta].(MTA/Tim Liputan 6 SCTV)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya