Liputan6.com, Jakarta: Petani Pulau Padang, Riau, bersama petani Jambi berencana melakukan aksi jahit mulut di depan Istana Negara pada siang ini. Hal itu dilakukan karena aksi jahit mulut yang selama ini di depan Gedung DPR/MPR RI tak mendapat tanggapan dari pemerintah.
Sampai hari ini warga yang telah melakukan aksi jahit mulut itu berjumlah 28 orang. Rencananya sore ini jumlah itu akan terus bertambah sampai tuntutan mereka dipenuhi oleh pemerintah.
"Keadaan kami sehat, cuma lelah dan kurang istirahat," kata Koordinator Aksi, Binbin Firman Tresnadi di DPR, Jakarta, Kamis (22/12).
Menurut Binbin, keadaan dari semua warga pada umumnya baik-baik saja. Tetapi, warga yang menjahit mulutnya mulai kelelahan dan kurang istirahat.
"Tadi malam kami sudah didatangi tim medis PMI Jakarta Pusat untuk melakukan cek kesehatan. Secara umum, kondisi kesehatan kami baik," katanya. Masih kata Binbin, rencana aksi ke Istana itu bertujuan mendesak Presiden SBY untuk menyelesaikan masalah sengketa lahan.
Selain itu, warga juga mendesak presiden untuk membentuk panitia nasional penyelesaian konflik agraria. "Dan kaum tani harus diikutsertakan dalam tim itu," kata Binbin.
Aksi jahit mulut tersebut sebagai bentuk protes keluarnya izin operasi hutan tanaman industri di Pulau Padang, Riau.(MEL)
Sampai hari ini warga yang telah melakukan aksi jahit mulut itu berjumlah 28 orang. Rencananya sore ini jumlah itu akan terus bertambah sampai tuntutan mereka dipenuhi oleh pemerintah.
"Keadaan kami sehat, cuma lelah dan kurang istirahat," kata Koordinator Aksi, Binbin Firman Tresnadi di DPR, Jakarta, Kamis (22/12).
Menurut Binbin, keadaan dari semua warga pada umumnya baik-baik saja. Tetapi, warga yang menjahit mulutnya mulai kelelahan dan kurang istirahat.
"Tadi malam kami sudah didatangi tim medis PMI Jakarta Pusat untuk melakukan cek kesehatan. Secara umum, kondisi kesehatan kami baik," katanya. Masih kata Binbin, rencana aksi ke Istana itu bertujuan mendesak Presiden SBY untuk menyelesaikan masalah sengketa lahan.
Selain itu, warga juga mendesak presiden untuk membentuk panitia nasional penyelesaian konflik agraria. "Dan kaum tani harus diikutsertakan dalam tim itu," kata Binbin.
Aksi jahit mulut tersebut sebagai bentuk protes keluarnya izin operasi hutan tanaman industri di Pulau Padang, Riau.(MEL)