Liputan6.com, Jakarta Banyak pemain dengan berbagai alasan memutuskan pindah ke klub lain. Usai menyelesaikan proses transfer, mereka berharap bisa menemukan kebahagiaan di tim barunya. Apalagi mereka memutuskan pindah karena keinginannya sendiri
Namun, tidak semua pemain mendapat situasi yang diharapkan setelah pindah klub. Mereka tidak jarang merasa sangat frustrasi di klub barunya karena berbagai alasan.
Advertisement
Alasan utama pemain merasa frustrasi setelah pindah karena mereka tidak bisa mendapatkan kesempatan bermain reguler. Hal itu jelas membuat mereka menyesal telah pindah klub.
Berikut ini lima pemain top yang menyesal sudah pindah klub seperti dilansir Sportskeeda.
Fabinho
Fabinho sudah menjadi starter di tim utama sejak usia 20 tahun di AS Monaco. Dia menjadi pemain kunci Monaco dan membuat lebih dari 200 penampilan untuk klub.
Pemain asal Brasil itu kemudian direkrut oleh Liverpool seharga 40 juta pounds pada musim panas lalu. Meskipun eskpektasinya yang tinggi, Fabinho baru tiga kali tampil dan dia sepertinya gagal masuk ke dalam sistem permainan Jurgen Klopp.
Pemain berusia 25 tahun itu kemungkinan akan menyesali pilihannya untuk bergabung dengan Liverpool ketimbang Arsenal. Sebab, kariernya di Inggris sejauh ini masih jauh dari harapan.
Fernando Llorente
Setelah musim debut yang mengesankan di Premier League bersama Swansea City, Fernando Llorente pindah ke Tottenham senilai 12 juta pounds. Tapi, peran Llorente semakin berkurang seiring berjalannya waktu dan sekarang dia bahkan beruntung kalau bisa membuat penampilan dari bangku cadangan.
Pemain asal Spanyol itu tahu dia tidak akan menjadi pilihan pertama ketika dia bergabung Tottenham. Namun, Llorente mengharapkan menit bermain yang lebih banyak.
Llorente sudah mengungkapkan kegundahannya mengenai situasinya di klub. Pemain berusia 33 tahun itu sepertinya akan meminta pindah saat bursa transfer berikutnya dibuka.
Malcom
Malcom bergabung dengan Barcelona pada musim panas lalu setelah bermain gemilang bersama Bordeaux. Pemain berusia 21 tahun itu senang bergabung dengan salah satu klub terbesar di dunia.
Namun, Malcom sepertinya mulai merasa membuat keputusan yang salah dengan bergabung raksasa Spanyol ketimbang AS Roma. Padahal, pemain asal Brasil itu sebelumnya hampir bergabung dengan Roma tapi ia lebih memilih Barcelona.