JK Ingatkan Timses Jokowi Belajar dari Kekalahan Hillary dan Ahok

Sejumlah hasil survei menyatakan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin mengungguli Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 27 Oktober 2018, 19:23 WIB
Wapres Jusuf Kalla (JK) mendatangi TPS 03 Kelurahan Pulo, Jakarta Selatan, Rabu (19/4). Ditemani istri, Mufidah Kalla dan sang cucu, JK memberikan suaranya pada Pilkada DKI putaran kedua di TPS bernuansa Betawi tersebut. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah hasil survei menyatakan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin mengungguli Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Jusuf Kalla pun mengingatkan timses untuk tak terlena dengan hasil tersebut.

Wakil Presiden RI yang karib disapa JK itu mencontohkan peristiwa Brexit dan kemenangan Donald Trump pada Pemilu AS 2016.

"Sembilan puluh persen orang Amerika mengatakan bahwa Hillary yang memang. 90 persen orang Inggris bilang Brexit akan kalah. Tapi terjadi sebaliknya, kenapa? Pertama terlalu optimis," kata JK saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) TKN Jokowi-Ma'ruf di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (27/10/2018).

Orang-orang yang berpikir akan menang itu, sambung JK, merasa tak perlu datang ke tempat pencoblosan. Akhirnya yang terjadi malah sebaliknya.

"Tapi efeknya yang terjadi adalah karena dia kira menang, tidak pikir TPS. Jadi generasi muda pergi liburan, yang nyoblos 40 tahun ke atas," ujar Jusuf Kalla.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Faktor Lain

Faktor lainnya adalah Trump membangkitkan semangat pemilihnya dengan sentimen antiimigran dan semacamnya. Sementara, pendukung Hillary yang besar kepala merasa sudah menang tak bekerja maksimal.

"Kita harus tetap kerja keras. Harus berpendapat ini 50-50, akhirnya Anda bekerja tidak terlalu serius karena yakin menang dan akhirnya orang tidak datang ke TPS," tegas JK.

Ia juga mencontohkan hasil Pilkada DKI Jakarta pada 2017. Calon petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kalah meski dalam sejumlah survei tingkat kepuasannya tinggi.

"Hasil survei jangan terlalu jadi bahan. Di DKI juga begitu. Jangan terlalu optimisme. Tapi kasih juga peringatan-peringatan sehingga pemilih kita betul-betul datang ke TPS," JK memungkasi.

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya