Liputan6.com, Ambon: Pihak Rektorat Universitas Pattimura Ambon dalam waktu dekat akan menindak tegas sejumlah dosen maupun pegawai di lingkungan kampus yang diduga terlibat organisasi separatis Republik Maluku Selatan (RMS). Sebab, keberadaan mereka dikhawatirkan akan menyelipkan paham ideologi RMS kepada para mahasiswa.
Rektor Unpatti Profesor Doktor Mus Huliselan yang ditemui seusai acara Dies Natalis dan wisuda sarjana menyatakan, pihaknya tak segan-segan menindak jajarannya jika terbukti sebagai pendukung, apalagi terlibat organisasi terlarang tersebut. Sayang, ia tak menjelaskan secara rinci tindakan tegas yang dimaksud.
Huliselan mengatakan, untuk mengungkap keterlibatan dalam organisasi terlarang itu, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian dan kejaksaan. "Kalau ada nama-nama yang masuk akan kami tindak," kata Huliselan. Sejauh ini hanya seorang staf di lingkungan Unpatti yang diduga kuat terlibat dalam organisasi terlarang itu. Namun, ia menambahkan, setelah diusut pihak fakultas, staf tersebut sudah sejak lama mengundurkan diri dari organisasi RMS.(RSB/Sahlan Heluth)
Rektor Unpatti Profesor Doktor Mus Huliselan yang ditemui seusai acara Dies Natalis dan wisuda sarjana menyatakan, pihaknya tak segan-segan menindak jajarannya jika terbukti sebagai pendukung, apalagi terlibat organisasi terlarang tersebut. Sayang, ia tak menjelaskan secara rinci tindakan tegas yang dimaksud.
Huliselan mengatakan, untuk mengungkap keterlibatan dalam organisasi terlarang itu, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian dan kejaksaan. "Kalau ada nama-nama yang masuk akan kami tindak," kata Huliselan. Sejauh ini hanya seorang staf di lingkungan Unpatti yang diduga kuat terlibat dalam organisasi terlarang itu. Namun, ia menambahkan, setelah diusut pihak fakultas, staf tersebut sudah sejak lama mengundurkan diri dari organisasi RMS.(RSB/Sahlan Heluth)