Bentrokan di Mesir Berlanjut, 22 Tewas

Uni Eropa mengutuk aksi penanganan demonstrasi oleh pihak keamanan Mesir yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Selain di Kairo, aksi juga meluas ke sejumlah wilayah seperti Alexandria, Suez dan Aswan.

oleh Liputan6Diterbitkan 21 November 2011, 18:47 WIB
Liputan6.com, Kairo: Sedikitnya 22 orang tewas dalam bentrokan antara para demonstran dan polisi dekat lapangan Tahrir Square, Kairo, pada Senin (21/11) dini hari. Demikian pernyataan resmi yang dikatakan Kementerian Kesehatan Mesir.

Ribuan demonstran dilaporkan berupaya untuk kembali menduduki lapangan Tahrir Square di Kairo, Mesir, sejak akhir pekan lalu. Kemudian bentrokan pun tak terhelakan setelah polisi dan militer berupaya menyingkirkan mereka dengan sejumlah aksi kekerasan.

Bentrokan antara militer dan demonstran terjadi sehari setelah ada demontrasi yang menuntut segera transfer awal kekuasaan ke pemerintahan sipil. Polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan para demonstran dan menangkap 18 yang dianggap sebagai provokator.

Sebelumnya, Uni Eropa juga mengutuk aksi penanganan demonstrasi oleh pihak keamanan Mesir yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Selain di Kairo, aksi juga meluas ke sejumlah wilayah seperti Alexandria, Suez dan Aswan.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton meminta penguasa di Mesir menghentikan kekerasan dalam menghadapi pengunjuk rasa. "Saya mendesak pemerintah Mesir bisa bersikap tenang dan menahan diri dan mengutuk penggunaan kekuataan penuh dalam mengahadapi mereka. Memang tidak bisa disangkal bahwa proses transisi ini merupakan sesuatu yang sulit dan menantang," kata Ashton (baca: Korban Tewas Unjuk Rasa Mesir Bertambah).(Xinhua/ULF)


POPULER

Berita Terkini Selengkapnya