Petugas keamanan dan seorang Yahudi Ortodoks memeriksa sebuah batu besar yang jatuh dari Tembok Ratapan dua hari sebelumnya di Kota Tua Yerusalem, Rabu (25/7). Bongkahan batu itu nyaris menimpa seorang peziarah yang sedang berdoa. (AFP/AHMAD GHARABLI)
Pekerja Otoritas Pengurus Benda Antik Israel memeriksa batu besar yang jatuh dari Tembok Ratapan di Kota Tua Yerusalem, Rabu (25/7). Rabbi Tembok Ratapan menyebut kejadian ini langka dan belum pernah muncul dalam berpuluh-puluh tahun. (AFP/AHMAD GHARABLI)
Pekerja Otoritas Pengurus Benda Antik Israel berusaha memindahkan batu besar yang jatuh dari Tembok Ratapan di Kota Tua Yerusalem, Rabu (25/7). Insiden ini terjadi di area yang tergolong tidak terlalu banyak dikunjungi peziarah Yahudi (AFP/AHMAD GHARABLI)
Pekerja Otoritas Pengurus Benda Antik Israel berusaha memindahkan batu besar yang jatuh dari Tembok Ratapan di Kota Tua Yerusalem, Rabu (25/7). Batu di atas bagian utama Tembok Ratapan diperiksa oleh para profesional dua kali setahun. (AFP/AHMAD GHARABLI)
Pekerja Otoritas Barang Antik Israel menggunakan crane untuk memindahkan sebuah batu besar yang jatuh dari Tembok Ratapan di Kota Tua Yerusalem, Rabu (25/7). Otoritas Yerusalem lantas membatasi akses ke tempat suci umat Yahudi itu. (AFP/AHMAD GHARABLI)
Seorang pria Yahudi Ortodoks menyaksikan para pekerja Otoritas Barang Antik Israel menggunakan crane untuk memindahkan sebuah batu besar yang jatuh dari Tembok Ratapan dua hari sebelumnya di Kota Tua Yerusalem, Rabu (25/7). (AFP/AHMAD GHARABLI)