Liputan6.com, Moskow - Presiden Kroasia Kolinda Grabar-Kitarovic menjadi salah satu pemimpin dunia paling banyak dibicarakan saat Kroasia kalah dari Prancis dalam Piala Dunia 2018. Foto-fotonya yang bersorak menyemangati timnya sambil mengenakan seragam Kroasia, bertebaran di mana-mana.
Advertisement
Setelah pertandingan, ia adalah salah satu yang paling bersemangat. Tak peduli kalah dari Prancis, Grabar-Kitarovic memberikan pelukan pada pemain baik Kroasia maupun Prancis. Ia berbagi momen sukacita Piala Dunia itu dengan Presiden Prancis Immanuel Macron yang juga tampak mau meledak karena kegembiraan.
Grabar-Kitarovic lahir pada 29 April 1968 di Rijeka di bagian Kroasia Yugoslavia. Ia belajar selama setahun di Los Alamos High School di New Mexico dan juga menuntut ilmu di Zagrab, Wina, Washington DC, dan Harvard, sebelum menyelesaikan studi doktoralnya di negara asalnya. Ia juga seorang multi-bahasa. Fasih berbahasa Kroasia, Inggris, Spanyol, dan Portugas, serta mengerti bahasa Jerman, Prancis, dan Italia.
Sikap suportif presiden cantik Kroasia itu menambah basis penggemarnya. Warganet berlomba-lomba memuji sikap Grabar-Kitarovic selama Piala Dunia dan ingin mendapat pelukan dari wanita nomor satu di Kroasia itu.
Putin yang Dipayungi Saat Hujan Turun
Di sisi lain, Presiden Rusia Vladimir Putin turut menjadi bahan pembicaraan di media sosial sealam upacara pasca-pertandingan saat hujan turun di langit Moskow. Putin menjadi satu-satunya pemimpin dunia di podium yang menggunakan payung untuk menjaga dirinya tetap kering.