Liputan6.com, Jakarta: Di tengah hiruk-pikuk pergelaran Piala Dunia, di luar dugaan siapa pun, untuk kesekian kali Jakarta diguncang ledakan. Peristiwa itu terjadi pada Ahad (9/6) dinihari, di dua lokasi berbeda di kawasan Kota, Jakarta Pusat. Masing-masing di pelataran parkir Hotel Jayakarta, Hayam Wuruk serta halaman depan Diskotik Eksotik, Mangga Besar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun SCTV, kedua ledakan itu terjadi nyaris bersamaan, sekitar pukul 01.30 WIB. Di pelataran parkir Diskotik Eksotik, sebuah ledakan bom rakitan mengenai sejumlah warung tenda yang saat itu tengah dikunjungi belasan orang. Akibatnya, empat orang terluka. Bahkan, seorang di antaranya luka parah di kepala akibat terkena pecahan kaca. Seluruh korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Husada yang terletak tak jauh dari lokasi.
Di Hotel Jayakarta, ledakan terjadi di pelataran parkir lantai empat dan merusakkan tiga mobil. Untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan, pengelola hotel langsung mengevakuasi para tamu hotel ke luar.
Tak lama berselang, Tim Penjinak Bahan Peledak Markas Besar Polri langsung diterjunkan untuk menyelidiki dua kasus peledakan tersebut. Polisi juga menjaga ketat kedua lokasi kejadian. Sedangkan Kepolisian Resor Jakarta Pusat tengah memintai keterangan belasan saksi mata.
Selain kedua ledakan tersebut, Polres Jakpus juga menjaga ketat dua lokasi lainnya yang telah dipasangi bom rakitan. Masing-masing pelataran parkir Sarinah Thamrin dan di depan Plaza Hayam Wuruk. Untungnya, kedua bom itu berhasil dijinakkan oleh Tim Jihandak. Sementara bom yang berada di Plaza Hayam Wuruk ditemukan dalam keadaan tak aktif karena penunjuk waktunya tidak berfungsi.
Saat dihubungi SCTV per telepon, Kepala Dinas Penerangan Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Anton Bachrul Alam membenarkan terjadi peledakan bom di Diskotik Eksotik. Namun, menurut dia, ledakan di Hotel Jayakarta bukan dari bom melainkan akibat korsleting listrik dan merembet ke sejumlah mobil yang kemudian meledak. Sedangkan bom rakitan di depan Sarinah Thamrin diduga berasal dari jenis yang sama seperti di Diskotik Eksotik. Buktinya, kedua bom tersebut memiliki timer, relay, dan accu, serta bungkusan plastik yang persis.
Anton menambahkan, sejauh ini, polisi tengah memeriksa belasan saksi. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, Anton menyimpulkan bahwa memang ada beberapa kelompok yang ingin mengacaukan situasi Ibu Kota. Bahkan, mereka diduga merencanakan dengan matang sejumlah peledakan meski kelihatan kurang profesional. Kini, Tim Gegana akan membawa sisa-sisa ledakan serta dua bom rakitan tersebut di Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri untuk diselidiki lebih lanjut.
Kasus peledakan di Ibu Kota terakhir terjadi di dekat Kantor Perusahaan Listrik Negara Jalan Letnan Jenderal Sutoyo, Jakarta Timur, 18 Januari silam [baca: Bom Meledak di Dekat Instalasi Listrik se-Jakarta]. Beberapa hari sebelumnya--1 Januari 2002--ledakan juga terjadi di depan Rumah Makan Ayam Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Ketika itu, seorang bernama Hasbalah yang juga diduga sebagai pelaku pelemparan granat tewas seketika. Sedangkan seorang korban lainnya mengalami luka berat. Ledakan juga merusak sebuah mobil mini bus dan Isuzu Panther [baca: Ledakan Bom Mewarnai Malam Pergantian Tahun].(ANS/Hendi Benardi dan Andi Azril)
Berdasarkan informasi yang dihimpun SCTV, kedua ledakan itu terjadi nyaris bersamaan, sekitar pukul 01.30 WIB. Di pelataran parkir Diskotik Eksotik, sebuah ledakan bom rakitan mengenai sejumlah warung tenda yang saat itu tengah dikunjungi belasan orang. Akibatnya, empat orang terluka. Bahkan, seorang di antaranya luka parah di kepala akibat terkena pecahan kaca. Seluruh korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Husada yang terletak tak jauh dari lokasi.
Di Hotel Jayakarta, ledakan terjadi di pelataran parkir lantai empat dan merusakkan tiga mobil. Untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan, pengelola hotel langsung mengevakuasi para tamu hotel ke luar.
Tak lama berselang, Tim Penjinak Bahan Peledak Markas Besar Polri langsung diterjunkan untuk menyelidiki dua kasus peledakan tersebut. Polisi juga menjaga ketat kedua lokasi kejadian. Sedangkan Kepolisian Resor Jakarta Pusat tengah memintai keterangan belasan saksi mata.
Selain kedua ledakan tersebut, Polres Jakpus juga menjaga ketat dua lokasi lainnya yang telah dipasangi bom rakitan. Masing-masing pelataran parkir Sarinah Thamrin dan di depan Plaza Hayam Wuruk. Untungnya, kedua bom itu berhasil dijinakkan oleh Tim Jihandak. Sementara bom yang berada di Plaza Hayam Wuruk ditemukan dalam keadaan tak aktif karena penunjuk waktunya tidak berfungsi.
Saat dihubungi SCTV per telepon, Kepala Dinas Penerangan Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Anton Bachrul Alam membenarkan terjadi peledakan bom di Diskotik Eksotik. Namun, menurut dia, ledakan di Hotel Jayakarta bukan dari bom melainkan akibat korsleting listrik dan merembet ke sejumlah mobil yang kemudian meledak. Sedangkan bom rakitan di depan Sarinah Thamrin diduga berasal dari jenis yang sama seperti di Diskotik Eksotik. Buktinya, kedua bom tersebut memiliki timer, relay, dan accu, serta bungkusan plastik yang persis.
Anton menambahkan, sejauh ini, polisi tengah memeriksa belasan saksi. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, Anton menyimpulkan bahwa memang ada beberapa kelompok yang ingin mengacaukan situasi Ibu Kota. Bahkan, mereka diduga merencanakan dengan matang sejumlah peledakan meski kelihatan kurang profesional. Kini, Tim Gegana akan membawa sisa-sisa ledakan serta dua bom rakitan tersebut di Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri untuk diselidiki lebih lanjut.
Kasus peledakan di Ibu Kota terakhir terjadi di dekat Kantor Perusahaan Listrik Negara Jalan Letnan Jenderal Sutoyo, Jakarta Timur, 18 Januari silam [baca: Bom Meledak di Dekat Instalasi Listrik se-Jakarta]. Beberapa hari sebelumnya--1 Januari 2002--ledakan juga terjadi di depan Rumah Makan Ayam Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Ketika itu, seorang bernama Hasbalah yang juga diduga sebagai pelaku pelemparan granat tewas seketika. Sedangkan seorang korban lainnya mengalami luka berat. Ledakan juga merusak sebuah mobil mini bus dan Isuzu Panther [baca: Ledakan Bom Mewarnai Malam Pergantian Tahun].(ANS/Hendi Benardi dan Andi Azril)