Begini Efek Psikologis Piala Dunia ke Pasar Saham

Begitu kuatnya magnet Piala Dunia ini, percaya atau tidak percaya, memberikan pengaruh juga terhadap bursa saham. Berikut uraiannya

oleh Fitriana Monica SariDiterbitkan 22 Juni 2018, 08:00 WIB
Ilustrasi Foto Perdagangan Saham dan Bursa (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta - Perhelatan Piala Dunia setiap empat tahun sekali merupakan turnamen sepak bola terbesar yang dinanti-nantikan ratusan juta bahkan miliaran penggemar olahraga tersebut di seluruh dunia. Begitu kuatnya magnet Piala Dunia ini, percaya atau tidak percaya, memberikan pengaruh juga terhadap bursa saham.

Seperti dikutip dari Wormtraders.com, praktisi pasar saham, Rivan Kurniawan, dalam tulisannya membahas mengenai efek yang ditimbulkan Piala Dunia dan bagaimana pengaruhnya terhadap proses pembentukan harga saham. Hal pertama yang akan dibahas adalah efek kemenangan dan kekalahan suatu tim nasional (timnas) terhadap pasar saham.

Goldman Sachs membuat penelitian efek Piala Dunia terhadap bursa saham. Dalam penelitian tersebut, Goldman Sachs memberikan statistik bahwa dari 15 bursa saham internasional yang mereka teliti, rata-rata volume perdagangan saham suatu negara cenderung turun 45 persen dari rata-rata transaksi sebelumnya ketika timnas negara mereka sedang berlaga.

“Volume perdagangan bursa saham di Eropa rata-rata turun 38 persen, di Amerika Serikat (AS) rata-rata turun 43 persen, dan di Amerika Selatan turun paling drastis yaitu 75 persen,” ungkap laporan tersebut.

Goldman Sachs juga meneliti pasar saham negara-negara yang menjuarai Piala Dunia cenderung mengalami kenaikan rata-rata 3,5 persen setelah Piala Dunia usai. Penelitian tersebut dilakukan sejak Piala Dunia 1974.

Dari serangkaian hasil penelitian, hanya Brazil yang bursa sahamnya tidak mengalami kenaikan setelah menjuarai Piala Dunia 2002. Ini kemungkinan besar karena Brazil sedang dalam masa resesi keuangan.

Namun efek menjuarai Piala Dunia tidak berlangsung lama, hanya sekitar 3 bulan saja. Bahkan dalam beberapa kasus, bursa saham justru mengalami penurunan 4 persen pada tahun berikutnya.

Berbanding terbalik dengan negara yang menjuarai Piala Dunia, negara yang menjadi runner up atau kalah di final, bursa sahamnya justru mengalami penurunan kinerja (underperform) atau turun 5,6 persen selama 3 bulan setelah Piala Dunia.

Lanjut Baca:

Demikian pula negara-negara yang kalah di babak penyisihan, rata-rata mengalami penurunan 0,5 persen pada hari perdagangan keesokan harinya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya