Liputan6.com, Lahore: Tentara Pakistan menembak jatuh sebuah pesawat mata-mata tanpa awak milik India di Lahore, Pakistan Jumat (7/6) malam sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Bangkai pesawat itu jatuh di Desa Rajah Jang, sebelah selatan Lahore. Insiden ini semakin memicu ketegangan antara kedua negara yang tengah berseteru itu. Menurut pernyataan pejabat Hubungan Masyarakat Angkatan Udara Pakistan, pesawat pengintai India itu ditembak karena telah melanggar wilayah udara Pakistan.
Buntutnya, saat ini Bandar Udara Internasional Indira Gandhi, India dan Bandara Pakistan dipenuhi ratusan warga negara asing. Para wisatawan asing memang diimbau pemerintah negara masing-masing segera meninggalkan India [baca: Pengungsi India Bertekad Melawan Pakistan ]. Sebagian di antaranya belum bisa berangkat menuju negara masing-masing karena keterbatasan tiket pesawat. Karena itu, mereka terlihat menggelar tempat tidur darurat sambil antre membeli tiket. Sementara pemerintah Jepang dilaporkan telah mengirimkan pesawat komersial buat mengangkut warganya yang masih ada di kedua negara tersebut.
Juru Bicara Angkatan Bersenjata Pakistan Jenderal Rashid Qureshi menyatakan, penembakan pesawat India itu sebagai bukti Pakistan siap berperang. Sementara Menteri Luar Negeri Pakistan Abdus Sattar mengimbau warga bersikap hati-hati dan tidak terprovokasi ketegangan tersebut.
Di tempat terpisah, Juru Bicara Departemen Pertahanan India mengaku akan menyelidiki secara intensif kebenaran laporan Angkatan Bersenjata Pakistan. Tapi, Pemerintah India memastikan tak akan melakukan manuver politik yang lebih memperkeruh situasi.(KEN/Jsi)
Buntutnya, saat ini Bandar Udara Internasional Indira Gandhi, India dan Bandara Pakistan dipenuhi ratusan warga negara asing. Para wisatawan asing memang diimbau pemerintah negara masing-masing segera meninggalkan India [baca: Pengungsi India Bertekad Melawan Pakistan ]. Sebagian di antaranya belum bisa berangkat menuju negara masing-masing karena keterbatasan tiket pesawat. Karena itu, mereka terlihat menggelar tempat tidur darurat sambil antre membeli tiket. Sementara pemerintah Jepang dilaporkan telah mengirimkan pesawat komersial buat mengangkut warganya yang masih ada di kedua negara tersebut.
Juru Bicara Angkatan Bersenjata Pakistan Jenderal Rashid Qureshi menyatakan, penembakan pesawat India itu sebagai bukti Pakistan siap berperang. Sementara Menteri Luar Negeri Pakistan Abdus Sattar mengimbau warga bersikap hati-hati dan tidak terprovokasi ketegangan tersebut.
Di tempat terpisah, Juru Bicara Departemen Pertahanan India mengaku akan menyelidiki secara intensif kebenaran laporan Angkatan Bersenjata Pakistan. Tapi, Pemerintah India memastikan tak akan melakukan manuver politik yang lebih memperkeruh situasi.(KEN/Jsi)