Liputan6.com, Ambon: Para pemuka masyarakat Maluku menyampaikan seruan damai di pelataran Gong Perdamaian Dunia, Ambon, Kamis (29/9). Hadir antara lain raja-raja atau Latupati, para tokoh agama dan masyarakat, serta pemuda.
Seruan damai ini dirasa perlu disampaikan terkait maraknya provokasi serta teror bom di ibukota Maluku ini. Seruan yang dibacakan Sekretaris Latupati Maluku Johny Patisahusiwa antara lain meminta semua pihak menghentikan konflik dan menjaga situasi di Ambon agar kembali damai dan warga tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang bertujuan menghancurkan kerukunan hidup beragama.
Para pemuka masyarakat Maluku pun mendukung penuh seruan ini dengan meminta kepada pihak keamanan untuk bertindak tegas terhadap tindakan atau aksi yang dapat memecah belah kerukuman antar umat beragama.
Di Jakarta, Kabareskrim Mabes Polri Sutarman menyatakan pihaknya sudah mengantisipasi kemungkinan adanya orang luar yang datang ke Ambon untuk mengacaukan suasana.
Meski suasana damai sudah terwujud di Ambon, petugas keamanan tetap melakukan pengamanan ketat di sejumlah lokasi agar bisa segera mendeteksi setiap aksi yang dapat memancing kerusuhan. (YUS)
Seruan damai ini dirasa perlu disampaikan terkait maraknya provokasi serta teror bom di ibukota Maluku ini. Seruan yang dibacakan Sekretaris Latupati Maluku Johny Patisahusiwa antara lain meminta semua pihak menghentikan konflik dan menjaga situasi di Ambon agar kembali damai dan warga tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang bertujuan menghancurkan kerukunan hidup beragama.
Para pemuka masyarakat Maluku pun mendukung penuh seruan ini dengan meminta kepada pihak keamanan untuk bertindak tegas terhadap tindakan atau aksi yang dapat memecah belah kerukuman antar umat beragama.
Di Jakarta, Kabareskrim Mabes Polri Sutarman menyatakan pihaknya sudah mengantisipasi kemungkinan adanya orang luar yang datang ke Ambon untuk mengacaukan suasana.
Meski suasana damai sudah terwujud di Ambon, petugas keamanan tetap melakukan pengamanan ketat di sejumlah lokasi agar bisa segera mendeteksi setiap aksi yang dapat memancing kerusuhan. (YUS)