Liputan6.com, Solo: Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengatakan pemerintah menjamin biaya pengobatan dan perawatan seluruh korban ledakan bom bunuh diri di Gereja Betel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Solo, Jawa Tengah. Jaminan ini akan diberikan oleh pemerintah pusat maupun dari pemerintah daerah Kota Solo.
Di sela kunjungannya di RS Dokter Oen, Solo, Senin (26/9), Endang menjelaskan pemerintah pusat menjamin korban yang mendapat perawatan di kelas III, sedangkan kalau ada korban yang membutuhkan tertentu sehingga harus dirawat di kelas yang lebih bagus maka pemerintah Kota Solo yang menanggung biayanya. "Intinya mereka dibebaskan biayanya, baik Pemkot Solo maupun pemerintah pusat menjaminnya," ujar Endang
Terkait masalah trauma psikis akibat ledakan, pemerintah juga berjanji akan memberikan bantuan konseling. Menurut Direktur Bina Upaya Kesehatan Rujukan Kemenkes dr Khairul Razak Nasution SpB M Kes, biaya perawatan pascaledakan mulai operasi hingga konseling ditanggung pemerintah. Biaya yang dibutuhkan untuk seluruh korban diperkirakan mencapai dua hingga Rp 3 miliar.(ADI/ADO)
Di sela kunjungannya di RS Dokter Oen, Solo, Senin (26/9), Endang menjelaskan pemerintah pusat menjamin korban yang mendapat perawatan di kelas III, sedangkan kalau ada korban yang membutuhkan tertentu sehingga harus dirawat di kelas yang lebih bagus maka pemerintah Kota Solo yang menanggung biayanya. "Intinya mereka dibebaskan biayanya, baik Pemkot Solo maupun pemerintah pusat menjaminnya," ujar Endang
Terkait masalah trauma psikis akibat ledakan, pemerintah juga berjanji akan memberikan bantuan konseling. Menurut Direktur Bina Upaya Kesehatan Rujukan Kemenkes dr Khairul Razak Nasution SpB M Kes, biaya perawatan pascaledakan mulai operasi hingga konseling ditanggung pemerintah. Biaya yang dibutuhkan untuk seluruh korban diperkirakan mencapai dua hingga Rp 3 miliar.(ADI/ADO)