Jakarta - Persaingan atau rivalitas selalu jadi bumbu penyedap yang membuat duel antardua kesebelasan semakin seru dan menarik untuk disaksikan, termasuk yang bakal terjadi di Piala Dunia 2018, 14 Juni-15 Juli 2018.
Advertisement
Selama masih dalam koridor sportivitas dan fairplay, penonton maupun suporter setia menunggu bagaimana rivalitas itu membakar semangat pemain untuk menampilkan permainan terbaik mereka demi membungkam klub lawan.
Biasanya, rivalitas atau persaingan itu tercipta karena faktor lokasi geografis atau sejarah. Di Piala Dunia 2018, ada beberapa rivalitas seperti itu, yang diprediksi menciptakan duel seru.
Rivalitas itu ada yang terjadi pada laga-laga di penyisihan grup, atau potensial terjadi di fase gugur.
Berikut ini 21 rivalitas panas yang bisa terjadi di Piala Dunia 2018 dan penjelasan singkat di balik persaingan itu.
1. Jepang-Korea Selatan
Faktor geografis berpadu dengan rivalitas lama di dunia sepak bola. Kedua tim paling cepat bisa bersua, di perempat final.
2. Iran-Arab Saudi
Faktor geografis berpadu dengan budaya Arab kedua negara, mereka bisa bersua di Piala Dunia 2018 paling cepat pada fase 16 besar.
3. Mesir-Maroko
Aroma persaingan didasari faktor geografis, keduanya bisa bertemu paling cepat di fase 16 besar.
Brasil Vs Argentina
4. Tunisia-Maroko
Alasan geografis dan sesama keturunan Arab. Namun, kedua tim baru bisa bersua paling cepat di semifinal, yang dianggap agak mustahil mengingat keduanya bukan tim unggulan di Piala Dunia 2018.
5. Maroko-Prancis
Banyak orang Maroko tinggal di Prancis dan banyak pesepak bola Prancis merupakan keturunan Maroko. Pertemuan kedua tim ini paling cepat terjadi di fase perempat final.
6. Maroko-Spanyol
Seperti halnya di Prancis, ada beberapa orang Maroko di Spanyol. Menariknya, kedua negara ini berada dalam grup sama, Grup B. Kedua tim bakal bentrok pada 25 Juni 2018 di Kaliningrad, Rusia.
7. Argentina-Portugal
Rivalitas yang terbentuk gara-gara "Messi versus Ronaldo". Duel kedua tim bisa terwujud, paling cepat di fase perempat final.