Liputan6.com, Ambon: Kerusuhan pecah di Kota Ambon, Maluku, Ahad (11/9). Sejumlah kendaraan dibakar massa. Polisi terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan untuk membubarkan aksi anarkis warga. Kondisi Kota Ambon berubah jadi mencekam.
Kerusuhan diduga akibat ketidakpuasan warga terhadap polisidalam menangani kasus terbunuhnya warga bernama Darfin. Lelaki yang berprofesi sebagai tukang ojek tersebut ditikam hingga tewas saat mengantar penumpang di kawasan Gunung Nona.
Amuk massa terjadi sesaat setelah mereka mengebumikan Darfin. Massa yang emosi menghentikan dan melempari kendaraan yang melintas di kawasan Waehaong. Kapolres Pulau Ambon Ajun Komisaris Besar Polisi Joko Susilo tak mampu menenangkan massa.
Polisi akhirnya mengeluarkan tembakan peringatan. Massa tetap tidak mau bubar. Mereka justru bergerombol di sejumlah titik antara lain Mardika dan Batu Merah. Belum diketahui adanya korban terkait kerusuhan ini.(ANT/JUM)
Kerusuhan diduga akibat ketidakpuasan warga terhadap polisidalam menangani kasus terbunuhnya warga bernama Darfin. Lelaki yang berprofesi sebagai tukang ojek tersebut ditikam hingga tewas saat mengantar penumpang di kawasan Gunung Nona.
Amuk massa terjadi sesaat setelah mereka mengebumikan Darfin. Massa yang emosi menghentikan dan melempari kendaraan yang melintas di kawasan Waehaong. Kapolres Pulau Ambon Ajun Komisaris Besar Polisi Joko Susilo tak mampu menenangkan massa.
Polisi akhirnya mengeluarkan tembakan peringatan. Massa tetap tidak mau bubar. Mereka justru bergerombol di sejumlah titik antara lain Mardika dan Batu Merah. Belum diketahui adanya korban terkait kerusuhan ini.(ANT/JUM)