Prabowo Nilai Pemerintah Terlalu Manjakan Kepentingan Asing

Prabowo mengatakan, saat ini rakyat golongan ekonomi ke bawah hidup semakin susah.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 02 Mei 2018, 03:20 WIB
Prabowo Subianto sepakat menerima perjanjian yang diajukan buruh.

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa hanya segelintir orang yang menguasai kekayaan Indonesia.

"Sekarang ini rakyat tak merasa memiliki karena yang memiliki kekayaan ini hanya segelintir orang saja, dan ini bukan Prabowo yang ngomong, Bank Dunia dan segala macam bilang, bahwa Indonesia sedang dalam posisi tidak adil," kata Prabowo usai menghadiri kegiatan di Istora Senaya, Selasa, 1 Mei 2018.

Prabowo mengatakan, saat ini rakyat golongan ekonomi ke bawah semakin susah. Salah satu penyebabnya karena kekayaan hanya dikuasai segelintir orang. Selain itu, aset-aset vital juga sudah dikelolah asing.

"Kita melihat kekayaan kita lari terus ke luar, kemudian aset aset yang vital dan strategis dikuasai oleh kekuatan asing. Sekarang ini rakyat kita mau disuruh makan apa," ucap Prabowo.

 

Bukan Anti Asing

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat tiba dalam peresmian sekretariat bersama Partai Gerindra - PKS dan PAN di Jakarta, Jumat (27/4). Tiga partai tersebut membuat sekretariat untuk pemenangan Prabowo di Pilpres 2019. (Liputan6.com/JohanTallo)

Kendati demikian, Prabowo menapik bila disebut dirinya anti asing. Dia hanya ingin pemerintah lebih memprioritaskan kepentingan rakyat dibandingkan asing

"Kita harus mengurus rakyat kita dulu. Rakyat kita harus bekerja yang layak, itu pekerjaan kita. Enggak neko-neko kok. Kalau buka pintu untuk tenaga kerja asing, nanti rakyat kita kerja apa" ungkap dia.

Yang seperti itu, lanjut Prabowo tidak dilakukan pemeritah. Ia justru melihat sekarang ini pemerintah Indonesia terlalu memanjakan kepentingan asing.

"Coba dicek di Amerika aja merekq sudah mau bikin tembok, di australia , mereka nangkep orang-orang masuk perbatasan ilegal, di Malaysia TKI ilegal kita dicambuk," dia menandaskan.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terbaru

      Berita Terkini Selengkapnya