Liputan6.com, Menado:Lomba pacuan kuda sudah menjadi bagian dari kegiatan keseharian masyarakat di Minahasa, Sulawesi Utara. Apabila ajang lomba digelar, ribuan warga dipastikan bakal hadir. Hal itu terbukti saat digelar dalam rangka memperingati 572 tahun usia Kabupaten Minahasa, baru-baru ini.
Olahraga berkuda di Minahasa sebenarnya tak menjadi sekadar hobi. Soalnya, di wilayah tersebut, berpacu sambil menunggang kuda juga menjadi lambang status dan prestise daerah. Bahkan, pacuan kuda di sana juga bisa mendatangkan pemasukan dari wisatawan mancanegara. Sebab, olahraga ini sama populernya dengan sepakbola.
Memang, bagi sebagian besar masyarakat, olahraga berkuda menjadi olahraga mahal dan hanya diikuti sebagian kecil pengemar saja. Namun, lain halnya dengan di Minahasa, yang justru sifatnya massal dan tak mengenal kelas. Apalagi, hingga kini Minahasa terus menghasilkan kuda-kuda pacu yang mampu bertarung di kompetisi nasional maupun internasional.
Melihat peluang ini, Wakil Gubernur Sulut Fredy Sualang berencana akan mengundang investor asing untuk membangun fasilitas berkuda yang lebih representatif, termasuk penyediaan hotel bagi penggemar berkuda. Bahkan, pemerintah daerah menyatakan kompetisi berkuda akan diagendakan menjadi dua bulan sekali.(PIN/Hamim Pou dan Helmi Yasin)
Olahraga berkuda di Minahasa sebenarnya tak menjadi sekadar hobi. Soalnya, di wilayah tersebut, berpacu sambil menunggang kuda juga menjadi lambang status dan prestise daerah. Bahkan, pacuan kuda di sana juga bisa mendatangkan pemasukan dari wisatawan mancanegara. Sebab, olahraga ini sama populernya dengan sepakbola.
Memang, bagi sebagian besar masyarakat, olahraga berkuda menjadi olahraga mahal dan hanya diikuti sebagian kecil pengemar saja. Namun, lain halnya dengan di Minahasa, yang justru sifatnya massal dan tak mengenal kelas. Apalagi, hingga kini Minahasa terus menghasilkan kuda-kuda pacu yang mampu bertarung di kompetisi nasional maupun internasional.
Melihat peluang ini, Wakil Gubernur Sulut Fredy Sualang berencana akan mengundang investor asing untuk membangun fasilitas berkuda yang lebih representatif, termasuk penyediaan hotel bagi penggemar berkuda. Bahkan, pemerintah daerah menyatakan kompetisi berkuda akan diagendakan menjadi dua bulan sekali.(PIN/Hamim Pou dan Helmi Yasin)