Masjid Pathok Negoro, Benteng Keraton Yogyakarta

Masjid Pathok Negoro adalah sebutan bagi lima buah masjid Keraton Yogyakarta yakni Masjid Ploso Kuning, Mlangi, Babatan, Wonokromo, dan Masjid Dongkelan.

oleh Liputan6Diterbitkan 13 Agustus 2011, 13:08 WIB
Liputan6.com, Sleman: Berbagai kegiatan keagamaan digelar di masjid selama Ramadan. Selain kegiatan rutin yakni salat jamaah, selama Ramadan juga digelar kegiatan keagamaan. Maklumlah, selama Ramadan, umat muslim berlomba untuk beribadah karena pahala yang didapat berlipat.

Kegiatan yang banyak dilakukan ketika Ramadan antara lain buka puasa bersama, kuliah subuh, tadarus Alquran, pesantren kilat, dan peringatan Nuzulul Quran. Masjid yang banyak menggelar kegiatan selama Bulan Puasa salah satunya Masjid Pathok Negoro di Sleman, Yogyakarta.

Masjid yang menjadi pembatas Keraton Yogyakarta ini menggelar shalawat usai salat duhur. Uniknya, shalawat dilafalkan dengan bahasa Jawa dan diiringi dengan alunan musik rebana. Sekitar 100 orang ikut shalawat ini terdiri dari laki-laki, wanita, dan juga anak-anak.

Istilah Pathok Negoro berasal dari dua kata yaitu pathok dan negoro. Dalam bahasa Jawa, pathok adalah tanda pembatas sedangkan negoro adalah kota tempat tinggal raja. Jadi pathok negoro adalah sebuah tanda kekuasaan raja dan tanda tersebut tidak dapat diubah atau ganti.

Masjid Pathok Negoro di Sleman berdiri sekitar 200 tahun silam. Bangunan baru sekali dipugar saat Yogyakarta diguncang gempa. Interior masjid masih asli. Selain untuk kegiatan keagamaan, masjid Pathok Negoro sering digunakan untuk upacara pernikahan dan kegiatan sosial.

Masjid Pathok Negoro adalah sebutan lima masjid Keraton Yogyakarta yakni Masjid Ploso Kuning, Mlangi, Babatan, Wonokromo, dan Masjid Dongkelan. Masjid Pathok Negoro didirikan setelah pembangunan Masjid Agung Yogyakarta. Tidak heran jika bentuk masjid Pathok Negoro meniru masjid Agung.

Masjid Pathok Negoro mempunyai ciri beratap tajuk dengan tumpang dua. Mahkota masjid juga punya kesamaan yakni terbuat dari tanah liat dan atap masjid terbuat dari sirap. Ciri-ciri lain dari kekhasan masjid Pathok Negoro adalah terdapat kolam, pohon sawo kecik, dan mimbar di dalam masjid.(JUM)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya