Polri: Razia Spanduk Becak Bertagar 2019 Ganti Presiden Itu Hoaks

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto membantah kabar adanya anggota polisi yang merazia spanduk bertuliskan #2019GantiPresiden di daerah Sumut.

oleh Nafiysul QodarDiterbitkan 24 April 2018, 20:06 WIB
Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto memberi keterangan terkait kunjungan Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (21/3). Kedatangan Megawati adalah bagian dari silaturahmi. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto membantah kabar adanya anggota polisi yang merazia spanduk bertuliskan #2019GantiPresiden di daerah Sumatera Utara. Dia bahkan menyebut kabar tersebut bohong alias hoaks.

"Itu hoaks lagi itu, enggak ada sweeping-sweeping," ujar Setyo saat menghadiri diskusi di bilangan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (24/4/2018).

Jenderal bintang dua itu juga menyatakan, langkah tersebut tidak memiliki dasar jika dilakukan oleh anggota Polri. Pemimpin Polri, juga tidak pernah memerintahkan jajarannya untuk merazia spanduk atau apa pun yang bertulisan #2019GantiPresiden.

"Tidak ada perintah untuk itu. Itu hoaks," ucap Setyo.

 

Kabar Beredar

Kabar terkait aksi razia spanduk bertulisan #2019GantiPresiden oleh anggota polisi beredar di sejumlah media sosial dan media online.

Dalam satu pemberitaan media massa disampaikan bahwa tenda becak milik seorang warga Kelurahan Cengkeh Turi, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, Sumatera Utara yang terbuat dari spanduk bertulisan Ganti Presiden 2019 diambil oknum polisi setempat, pekan lalu.

Dalam pemberitaan, juga disebutkan bahwa oknum anggota Polri tersebut memberikan uang ganti rugi cetak spanduk sebesar Rp 100 ribu untuk dua tenda becak.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya