Liputan6.com, Denpasar: Tingginya toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Pulau Bali, hingga kini masih begitu kental terasa meski umat Hindu merupakan mayoritas. Salah satu contoh kerukunan antarumat beragama di Bali, terlihat pada bangunan Masjid Al-Hikmah di Jalan Soka, Kota Denpasar.
Sepintas, masjid yang dibangun pada dekade 1970-an sulit dibedakan dengan bangunan-bangunan yang ada di Pulau Dewata. Gerbang dan pagar masjid dihiasi dengan berbagai ornamen dan ukiran dari batu paras hitam antara ornamen ceplok bunga, kepala naga banda, serta aneka ornamen lain.
Advertisement
Memasuki bangunan dalam masjid, ukiran kayu bergaya Bali menghiasi sebagian besar interior tempat peribadatan kaum muslim tersebut, seperti bagian jendela dan pintu. Semua itu berpadu dengan unsur Timur Tengah, yang harmonis.
Menurut Sofwan, pengurus Masjid Al-Hikmah, gaya arsitektur masjid seluas sekitar 800 meter persegi itu seperti yang sekarang ada, bermula saat dilakukan pemugaran pada 1995. Pertimbangannya, semata-mata agar bangunan masjid serasi dengan bangunan di sekitarnya.
Selain membaur dengan lingkungan, pembangunan masjid ini juga menyiratkan keterbukaan dan kedekatan kaum muslim dengan budaya Bali yang mengkristal dalam sebuah akulturasi budaya Islam-Hindu. Bahkan, sampai sekarang kerukunan antarumat beragama di sekitar masjid yang mampu menampung 1.500 anggota jemaah ini terjalin dengan sangat baik. Tak jarang kedua umat saling bergotong royong menjalankan berbagai aktivitas sosial bersama.(ANS)