Liputan6.com, Ambon: Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat Letnan Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu dan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus TNI AD Mayor Jenderal TNI Amirul Isnaini berkunjung ke Ambon, Maluku, Senin (20/5). Dalam kunjungan ini, kedua pentolan pasukan andalan TNI AD ini menggelar pertemuan tertutup selama 2,5 jam dengan Kepala Kepolisian Daerah Maluku Brigadir Jenderal Pol. Soenarko dan Panglima Daerah Militer Pattimura Brigjen TNI Mustopo.
Pertemuan tertutup membahas situasi keamanan dan upaya perdamaian konflik serta pergerakan separatis Republik Maluku Selatan. Namun, pertemuan tersebut tak membahas bentrokan antara personel Kopassus dan Brigade Mobil di Kudamati, Ambon, 14 Mei silam [baca: Ambon Aman Pascabentrokan Kopassus dan Brimob].
Pada kesempatan itu, Ryamizard berharap Polda dan TNI serta Pemerintah Daerah Maluku dapat bekerja sama dalam menuntaskan konflik yang terjadi tahunan itu. Ia berharap, koordinasi yang baik ini akan menciptakan situasi kondusif dan dapat menjamin keamanan masyarakat untuk kembali membangun daerahnya.
Rombongan Ryamizard juga sempat bertemu Penguasa Darurat Sipil Gubernur Maluku Saleh Latuconsina. Dalam pertemuan itu, terungkap Pemda Maluku membutuhkan bantuan personel intelijen, bukan penambahan personel keamanan. Rencananya, hari ini, rombongan Ryamizard akan meninjau Pasukan Pemukul Reaksi Cepat Kostrad di Ambon sebelum kembali ke Jakarta.(ORS/Esther Mulyanie)
Pertemuan tertutup membahas situasi keamanan dan upaya perdamaian konflik serta pergerakan separatis Republik Maluku Selatan. Namun, pertemuan tersebut tak membahas bentrokan antara personel Kopassus dan Brigade Mobil di Kudamati, Ambon, 14 Mei silam [baca: Ambon Aman Pascabentrokan Kopassus dan Brimob].
Pada kesempatan itu, Ryamizard berharap Polda dan TNI serta Pemerintah Daerah Maluku dapat bekerja sama dalam menuntaskan konflik yang terjadi tahunan itu. Ia berharap, koordinasi yang baik ini akan menciptakan situasi kondusif dan dapat menjamin keamanan masyarakat untuk kembali membangun daerahnya.
Rombongan Ryamizard juga sempat bertemu Penguasa Darurat Sipil Gubernur Maluku Saleh Latuconsina. Dalam pertemuan itu, terungkap Pemda Maluku membutuhkan bantuan personel intelijen, bukan penambahan personel keamanan. Rencananya, hari ini, rombongan Ryamizard akan meninjau Pasukan Pemukul Reaksi Cepat Kostrad di Ambon sebelum kembali ke Jakarta.(ORS/Esther Mulyanie)