Korsel Beli Perusahaan Rokok Indonesia

Tak tanggung-tanggung, KT & G membeli saham PT Trisakti Purwosari Makmur sebesar 60 persen senilai 140 miliar won atau setara Rp 1,12 triliun dari perusahaan tembakau terbesar keenam di Indonesia itu.

oleh Liputan6Diterbitkan 21 Juli 2011, 11:43 WIB
Liputan6.com, Seoul: Perusahaan rokok asal Korea Selatan KT & G mengumumkan, pihaknya telah membeli saham PT Trisakti Purwosari Makmur (TPM), produsen rokok asal Indonesia, Kamis (21/7). Tak tanggung-tanggung, KT & G membeli saham 60 persen senilai 140 miliar won atau setara Rp 1,12 triliun dari perusahaan tembakau terbesar keenam di Indonesia itu.

"Dengan peluang lebih dari 90 persendi pasar rokok kretek lokal, kami melihat potensi bisnis luas dari PT Trisakti Purwosari Makmur," kata eksekutif KT & G Kang Cheol-ho.

Meski tidak memberikan rincian lebih lanjut, pihak KT & G berharap dapat mengambil keuntungan besar dari jaringan distribusi luas yang telah dimiliki oleh PT Trisakti Purwosari Makmur. Pada tahun lalu tercatat perusahaan tersebut telah menjual hingga tiga miliar batang rokok. Pasar rokok kretek sendiri juga terbuka luas untuk negara-negara Asia Tenggara. Kawasan ini sekitar 70 persen penduduknya memiliki kebiasaan merokok.

Untuk diketahui, Trisakti Group adalah perusahaan rokok yang didirikan pada 1 Maret 1974 di Purwosari, Pasuruan, Jawa Timur. Saat itu produk pertama yang diproduksi adalah sigaret kretek tangan dengan merek Apokat dan Kacang Bayi. Kini, PT TPM memproduksi sejumlah merek. Di antaranya, Master Mild, Win Mild, Lintang Enam, Bheta, dan Pensil Mas International.(ANS/AFP)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya