Liputan6.com, Jakarta Babak perempat final Liga Champions tinggal menyisakan dua pertandingan lagi. Dari kedua laga ini, tuan rumah sama-sama di atas angin setelah menang pada leg pertama. Sebaliknya, Juventus dan Sevilla yang berstatus tim tamu harus berjuang mati-matian.
Pada leg kedua babak perempat final Liga Champions, Juventus bakal menjajal Real Madrid di Santiago Bernabeu, Rabu (11/4/2018) atau Kamis dini hari WIB. Sementara pada hari yang sama, Sevilla juga akan menyambangi markas Bayern Munchen di Allianz Arena.
Advertisement
Pada leg pertama yang berlangsung di Turin, pekan lalu, Juventus kalah 0-3 dari Real Madrid. Cristiano Ronaldo menjadi bintang lapangan saat Real Madrid bertandang ke markas Juventus. CR7 sukses mencetak dua gol di mana salah satunya lahir dari tendangan salto.
Untuk melaju ke semifinal, Juventus harus mengejar defisit tiga gol. Pekerjaan yang tidak mudah bagi Si Nyonya Tua mengingat Los Blancos bakal tampil di depan publik sendiri.
Sevilla juga kalah 1-2 saat menjamu Bayern Munchen di leg pertama. Meski hanya defisit satu gol, Sevilla setidaknya wajib melewati gol tandang Munchen agar melaju ke semifinal.
Peluang Juventus dan Sevilla terbilang tipis. Namun, AS Roma yang sebelumnya kalah 1-4 di leg pertama telah membuktikan tidak ada yang mustahil dalam sepak bola. Serigala Ibu Kota berhasil menyingkirkan Barcelona setelah menang 3-0 saat tampil di kandang pada leg 2.
Namun, sebelum menyaksikan perjuangan kedua tim lolos dari lubang jarum, sejumlah catatan versi Opta juga menarik perlu diperhatikan. Selengkapnya ada di halaman berikut.
Real Madrid Vs Juventus
- Meski jarang terjadi, dari 32 laga terakhir di level Eropa, Real Madrid setidaknya pernah sekali terganjal di babak knockout meski memenangi leg pertama di markas lawan. Ini terjadi pada Piala UEFA musim 1994-95 lalu. Saat itu, Real Madrid menang 3-2 di kandang Odense Boldklub dan kalah 0-2 di markas sendiri, Santiago Bernabeu.
- Sepanjang sejarah kompetisi Liga Champions, dari 312 pertandingan di mana tuan rumah kalah di leg pertama, ada enam di antaranya berhasil meraih hasil lebih baik di leg kedua. Namun, tidak satu tim pun yang mampu mengejar defisit tiga gol.