Kanker Paru Mengancam Jiwa Perokok

Pada sebatang rokok terdapat ratusan senyawa kimia yang membahayakan kesehatan tubuh manusia. Risiko terjangkitnya penyakit kanker paru bagi para pecandu rokok sangat tinggi.

oleh Liputan6Diterbitkan 18 Mei 2002, 08:42 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Setiap orang tahu bahaya merokok, tak terkecuali para perokok aktif. Namun, sulit bagi para pecandu rokok meninggalkan kebiasaan yang merugikan kesehatan ini. Dengan mengkonsumsi rokok, para pecandu dibayang-bayangi berbagai penyakit. Di antaranya adalah penyakit paru obstruktif kronis yang menyebabkan kadar paru berkurang, kanker pita suara, paru, kandung kemih, dan gangguan pencernaan. Demikian dikatakan ahli paru Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Dokter Anna Uyainah di Jakarta, baru-baru ini.

Anna menjelaskan, di dalam rokok terkandung 4.000 senyawa kimia yang 200 di antaranya membahayakan tubuh. Dari 200 bahan berbahaya tersebut, terdapat 40 jenis bahan karsinogenik atau penyebab kanker. Di antaranya adalah karbon monoksida yang nantinya diikat oleh hemoglobin atau darah merah. Pengikatan karbon monoksida ini menyebabkan kemampuan hemoglobin mengikat oksigen menjadi berkurang. Akibatnya, perokok menjadi cepat lelah dan sesak.

Peringatan bahaya merokok seringkali tak mampu menghentikan kebiasaan para pecandunya lantaran berbagai penyakit itu baru akan timbul dalam waktu 20-30 tahun kemudian. Apalagi terdapat faktor lain yang menentukan seseorang bisa terkena kanker paru atau tidak. Di antaranya adalah faktor genetik, lamanya kebiasaan merokok, dan jumlah rokok yang dihisap per hari.

Zarkasih (67), menderita kanker paru stadium lanjut karena kebiasaanya menghisap rokok. Zarkasih mengaku, mulai merokok sejak usia 15 tahun. Seperti pecandu lainnya, dia sulit menghentikan kebiasaan tersebut meski tahu dampak buruknya. Zarkasih berhenti total merokok setahun silam setelah merasakan kesehatannya menurun drastis dan mengalami gangguan sesak napas.

Anna menambahkan, bahaya rokok tidak mengancam si perokok saja. Orang yang tidak merokok namun sering terpapar atau menghisap asap rokok secara tidak sengaja juga mendapatkan ancaman terkena kanker paru.

Lebih lanjut Anna menerangkan, gejala kanker paru timbul seperti batuk darah, nyeri dada, dan sesak napas. Namun meski mengalami gejala ini, para penderita biasanya tidak segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pengobatan. Akibatnya, pasien kerap kali datang setelah kanker yang dideritanya memasuki stadium lanjut.

Dipaparkan, prosedur awal untuk memastikan stadium kanker dilakukan melalui foto rontgen serta CT scan. Sesudah itu akan dilakukan transtorachal biopsi atau pengambilan jaringan dengan jarum halus. Jaringan inilah yang akan diperiksa di laboratorium untuk menentukan tingkat keganasannya.

Setelah diketahui stadiumnya, pasien kanker paru akan diobati sesuai tingkat keganasannya. Pengobatan biasanya dilakukan dengan menggabungkan berbagai teknik, seperti operasi, radiasi, dan kemoterapi. Teknik pengobatan ini akan menimbulkan bukan tanpa efek samping. Setelah menjalani pengobatan pasien bisanya merasa mual, rambut rontok, dan jaringan daging rapuh.

Anna juga mengingatkan, berbagai teknik pengobatan itu sebenarnya bakal sia-sia jika semangat hidup si pasien kurang. Semangat hidup yang tinggi dapat menjadi obat yang ampuh. Tak heran jika banyak penderita yang dianggap sudah tak memiliki harapan hidup bisa sembuh karena memiliki semangat dan keinginan untuk hidup yang tinggi.(ZAQ/Satya Pandia dan Mira Permatasari)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya