Liputan6.com, Jakarta: KH Zainuddin MZ sebelum meninggal, sempat pingsan di rumah kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). Namun, nyawanya tidak tertolong sebelum ditangani dokter. Menurut putra keduanya, Lutfiman Falote, ayahnya diduga meninggal akibat serangan jantung.
"Abis ceramah di Sumatera pulang jam 2 dinihari. Terus abis sarapan pingsan jam 09.00 WIB, dibawa ke RS Pertamina, RSPP menyatakan meninggal sekitar pukul 9.20 WIB. Capek, sakit, diduga meninggal karena serangan jantung," ujarnya di rumah duka Jalan Haji Aom, Gandaria, Jakarta Selatan, Selasa (5/7).
KH Zainuddin MZ meninggal dunia di usia 59 tahun. Ia meninggalkan seorang istri, Siti Kholillah, dan empat orang putra-putri. Jenazah Zainudin MZ tiba di rumah duka di Jalan H, Aom, Gandaria, Jakarta Selatan, sekitar pukul 10.30 WIB. Warga sekitar dan sanak keluarga terus berdatangan untuk melayat. Raja dangdung Roma Irama juga tampak hadir diantara para pelayat. (MLA)
"Abis ceramah di Sumatera pulang jam 2 dinihari. Terus abis sarapan pingsan jam 09.00 WIB, dibawa ke RS Pertamina, RSPP menyatakan meninggal sekitar pukul 9.20 WIB. Capek, sakit, diduga meninggal karena serangan jantung," ujarnya di rumah duka Jalan Haji Aom, Gandaria, Jakarta Selatan, Selasa (5/7).
KH Zainuddin MZ meninggal dunia di usia 59 tahun. Ia meninggalkan seorang istri, Siti Kholillah, dan empat orang putra-putri. Jenazah Zainudin MZ tiba di rumah duka di Jalan H, Aom, Gandaria, Jakarta Selatan, sekitar pukul 10.30 WIB. Warga sekitar dan sanak keluarga terus berdatangan untuk melayat. Raja dangdung Roma Irama juga tampak hadir diantara para pelayat. (MLA)