Liputan6.com, Damaskus: Presiden Suriah Bashar al-Assad memecat Gubernur Kota Hama, tempat berlangsungnya protes besar antipemerintah Jumat lalu. Televisi pemerintah dalam siarannya Sabtu (2/7) mengatakan, Assad sudah menandatangani keputusan yang berisi pencopotan Ahmad Khaled Abdel Aziz.
Pada Jumat lalu memang berlangsung demonstrasi terbesar sejauh ini menentang kekuasaan Assad. Ratusan ribu pengunjuk rasa turun ke jalan-jalan di seluruh negara. Puluhan ribu orang dikatakan juga ikut dalam aksi protes di Hama pada Jumat itu.
Berbagai kelompok hak asasi manusia mengatakan setidaknya 24 orang terbunuh oleh pasukan keamanan. Para pegiat mengatakan lebih 1.350 warga sipil dan 350 personel keamanan tewas sejak aksi protes bermula pertengahan Maret silam. Ketua Pengamat Hak Asasi Manusia Suriah, Rami Abdel Rahman, mengatakan ini merupakan "demonstrasi terbesar sejak Revolusi Suriah pecah" pada 15 Maret.
Seorang penduduk Hama mengatakan, "Ratusan ribu meneriakkan 'Pergi, pergi, rakyat ingin kejatuhan rezim'. Seluruh Hama bergembira. Warga berteriak dari jendela dan di depan rumah mereka. Seluruh penduduk Hama turun ke jalan." Demikian dikulis laman BBC Indonesia.
Hama merupakan tempat pemberontakan Ikhwanul Muslimin terhadap ayah Bashar, Hafiz al-Assad, pada 1982, yang waktu itu ditumpas oleh militer dengan korban setidaknya 10.000 orang.(ADO)
Pada Jumat lalu memang berlangsung demonstrasi terbesar sejauh ini menentang kekuasaan Assad. Ratusan ribu pengunjuk rasa turun ke jalan-jalan di seluruh negara. Puluhan ribu orang dikatakan juga ikut dalam aksi protes di Hama pada Jumat itu.
Berbagai kelompok hak asasi manusia mengatakan setidaknya 24 orang terbunuh oleh pasukan keamanan. Para pegiat mengatakan lebih 1.350 warga sipil dan 350 personel keamanan tewas sejak aksi protes bermula pertengahan Maret silam. Ketua Pengamat Hak Asasi Manusia Suriah, Rami Abdel Rahman, mengatakan ini merupakan "demonstrasi terbesar sejak Revolusi Suriah pecah" pada 15 Maret.
Seorang penduduk Hama mengatakan, "Ratusan ribu meneriakkan 'Pergi, pergi, rakyat ingin kejatuhan rezim'. Seluruh Hama bergembira. Warga berteriak dari jendela dan di depan rumah mereka. Seluruh penduduk Hama turun ke jalan." Demikian dikulis laman BBC Indonesia.
Hama merupakan tempat pemberontakan Ikhwanul Muslimin terhadap ayah Bashar, Hafiz al-Assad, pada 1982, yang waktu itu ditumpas oleh militer dengan korban setidaknya 10.000 orang.(ADO)