Cak Imin: Cawapres Masih Lama, Sekarang MPR Dulu

Untuk mendapatkan dukungan menjadi cawapres Jokowi, Cak Imin akan proaktif menjalin komunikasi dengan para ketua umum parpol.

oleh Merdeka.comDiterbitkan 27 Maret 2018, 06:34 WIB
Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menyampaikan pidato politik sebelum menuju Gedung KPU RI, Jakarta, Minggu (18/2). Pidato tersebut bertemakan demokrasi untuk kemanusiaan, keadilaan dan kemakmuran. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar berkeinginan kuat menjadi cawapres Joko Widodo atau Jokowi pada Pemilu 2019 mendatang. Dia pun melakukan sejumlah kegiatan untuk menunjang pencalonan tersebut.

Seperti yang dilakukan Cak Imin, panggilan akrabnya, pada Minggu 25 Maret 2018 kemarin. Dia berziarah ke makam mantan Ketua MPR Taufiq Kiemas di TMP Kalibata, Jakarta Selatan. Dalam kesempatan itu, Cak Imin meminta izin menjadi cawapres Jokowi.

Selain itu, dia juga akan proaktif menjalin komunikasi dengan para ketua umum (ketum) parpol. Ini dilakukan agar mendapat dukungan dari parpol pendukung Jokowi.

Namun sejauh ini, Cak Imin mengaku belum memiliki jadwal untuk bertemu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Belum (ada jadwal). Tapi saya akan proaktif juga menghubungi para ketua umum," ujar dia usai dilantik sebagai Wakil Ketua MPR di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (26/3/2018).

Terkait posisinya sebagai Wakil Ketua MPR dapat berpengaruh terhadap peningkatan elektabilitasnya sebagai cawapres, mantan Menteri Tenaga Kerja ini enggan mengomentari.

"Cawapres itu kan masih lama. MPR hari ini," kata dia.

 

Rajin Turun ke Daerah

Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menyampaikan pidato politik sebelum menuju Gedung KPU RI, Jakarta, Minggu (18/2). Pidato tersebut bertemakan demokrasi untuk kemanusiaan, keadilaan dan kemakmuran. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Setelah duduk di jabatan barunya, ia akan lebih rajin turun ke daerah-daerah untuk sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan. Namun ia menolak jika itu akan dimanfaatkan untuk meningkatkan popularitasnya sebagai cawapres.

"Tanpa menjadi Wakil Ketua (MPR) kita juga menggunakan daerah sebagai basis-basis sosialisasi MPR, sosialisasi empat pilar. Nah sekarang lebih giat lagi dengan cara agar seluruh tantangan dan persoalan yang dihadapi dalam hal ancaman disintegrasi bangsa bisa diatasi. Pilar bangsa harus terus disosialisasikan," pungkasnya.

 

Reporter : Hari Ariyanti 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya