Liputan6.com, Jakarta: Empat penodong beraksi di dalam Metromini T-47 jurusan Pondok Kopi-Senen, baru-baru ini. Hampir seluruh penumpang menjadi korban, namun yang melapor ke kantor polisi hanya seorang, yaitu Wawan. Ia mengaku kehilangan uang lebih dari Rp 1 juta. Sedianya, uang itu hendak digunakan Wawan membeli satu unit komputer.
Menurut Wawan, saat itu ia bersama adiknya tengah di atas Metromini T-47 yang akan membawa mereka ke Pasar Senen. Begitu bus melewati Bioskop Buaran, Jakarta Timur, naik empat pemuda berusia sekitar 20 tahunan. Wawan dan adiknya mengaku tak curiga terhadap mereka. Begitu tiba di dekat pertokoan Yogya Klender, Jaktim, keempat pemuda itu mengeluarkan senjata tajam dan langsung mengancam semua penumpang.
Kepada Wawan, pelaku memaksa korban menyerahkan uang tunai, termasuk kartu anjungan tunai mandiri (ATM) yang berisi uang untuk membayar kekurangan membeli komputer. Begitu mendapatkan ATM dan nomor PIN, keempat pelaku langsung melarikan diri. Belakangan, menurut Wawan, pelaku tak dapat mencairkan uang dalam ATM tersebut lantaran korban keburu memblokir rekeningnya.
Kasus penodongan di dalam Metromini juga terjadi Kamis silam sekitar pukul 21.00 WIB di Jalan Rawamangun Muka, Jaktim. Tiga pelakunya: Gibson Simorangkir, Jimmy Lambok, dan Tommy Ferdinand tewas ditembak jajaran Kepolisian Sektor Pulogadung tak lama seusai beraksi. Menurut informasi yang diperoleh SCTV, ketiga tersangka terpaksa ditembak karena berusaha melarikan diri [baca: Tiga Penodong di Rawamangun Ditembak Mati].(SID/Fahmi Ihsan dan Dwi Nindyas)
Menurut Wawan, saat itu ia bersama adiknya tengah di atas Metromini T-47 yang akan membawa mereka ke Pasar Senen. Begitu bus melewati Bioskop Buaran, Jakarta Timur, naik empat pemuda berusia sekitar 20 tahunan. Wawan dan adiknya mengaku tak curiga terhadap mereka. Begitu tiba di dekat pertokoan Yogya Klender, Jaktim, keempat pemuda itu mengeluarkan senjata tajam dan langsung mengancam semua penumpang.
Kepada Wawan, pelaku memaksa korban menyerahkan uang tunai, termasuk kartu anjungan tunai mandiri (ATM) yang berisi uang untuk membayar kekurangan membeli komputer. Begitu mendapatkan ATM dan nomor PIN, keempat pelaku langsung melarikan diri. Belakangan, menurut Wawan, pelaku tak dapat mencairkan uang dalam ATM tersebut lantaran korban keburu memblokir rekeningnya.
Kasus penodongan di dalam Metromini juga terjadi Kamis silam sekitar pukul 21.00 WIB di Jalan Rawamangun Muka, Jaktim. Tiga pelakunya: Gibson Simorangkir, Jimmy Lambok, dan Tommy Ferdinand tewas ditembak jajaran Kepolisian Sektor Pulogadung tak lama seusai beraksi. Menurut informasi yang diperoleh SCTV, ketiga tersangka terpaksa ditembak karena berusaha melarikan diri [baca: Tiga Penodong di Rawamangun Ditembak Mati].(SID/Fahmi Ihsan dan Dwi Nindyas)