Liputan6.com, Cirebon: Warga Kampung Melati Kelurahan Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat, digegerkan penemuan sesosok mayat yang terpotong-potong, baru-baru ini. Sukirmo seorang warga setempat, pertama kali menemukan travel bag berwarna hijau di bawah jembatan Kali Sijarah, di Jalan Cipto Mangunkusumo. Pria bertubuh tambun tersebut kebetulan tengah mencari kayu di bawah jembatan itu.
Di dalam tas tersebut, Sukirno menemukan tiga kantong plastik hitam. Kantong pertama berisi pakaian, kantong kedua ditemukan kepala manusia dan leher, sedangkan kantong ketiga terdapat bagian tubuh dari pinggul sampai lutut. Sukirno tidak menemukan bagian perut dan tangan. Dia langsung melaporkan penemuan itu ke Kepolisian Resor Kota Cirebon.
Dari hasil pemeriksaan sementara, mayat terpotong tersebut berciri-ciri fisik antara lain rambut hitam lurus, kulit kuning langsat, dan berasal dari etnis Tionghoa. Pada paha korban terdapat luka tusukan. Barang bukti lain yang ditemukan di tempat kejadian perkara yakni celana jins biru yang robek berlumur darah, ikat pinggang kulit warna coklat, topi warna krem, dan celana dalam merah.
Dari pemeriksaan forensik, korban yang belum diketahui jenis kelaminnya itu diperkirakan berusia antara 30 sampai 40 tahun. Kepolisian memperkirakan jenazah itu korban pembunuhan yang belum diketahui motifnya. Saat ditemukan, usia kematian diperkirakan sudah sekitar tiga hari.
Mayat terpotong-potong--berupa kepala dan tungkai kaki--juga pernah ditemukan di Kali Muaraangke, Jakarta Barat, November 2001. Tim forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat memastikan korban adalah perempuan berusia 25 tahun. Diduga, pelaku melakukan mutilasi untuk menghilangkan jejak pembunuhan [baca: Korban Mutilasi di Muaraangke Dipastikan Wanita].(COK/Ridwan Pamungkas)
Di dalam tas tersebut, Sukirno menemukan tiga kantong plastik hitam. Kantong pertama berisi pakaian, kantong kedua ditemukan kepala manusia dan leher, sedangkan kantong ketiga terdapat bagian tubuh dari pinggul sampai lutut. Sukirno tidak menemukan bagian perut dan tangan. Dia langsung melaporkan penemuan itu ke Kepolisian Resor Kota Cirebon.
Dari hasil pemeriksaan sementara, mayat terpotong tersebut berciri-ciri fisik antara lain rambut hitam lurus, kulit kuning langsat, dan berasal dari etnis Tionghoa. Pada paha korban terdapat luka tusukan. Barang bukti lain yang ditemukan di tempat kejadian perkara yakni celana jins biru yang robek berlumur darah, ikat pinggang kulit warna coklat, topi warna krem, dan celana dalam merah.
Dari pemeriksaan forensik, korban yang belum diketahui jenis kelaminnya itu diperkirakan berusia antara 30 sampai 40 tahun. Kepolisian memperkirakan jenazah itu korban pembunuhan yang belum diketahui motifnya. Saat ditemukan, usia kematian diperkirakan sudah sekitar tiga hari.
Mayat terpotong-potong--berupa kepala dan tungkai kaki--juga pernah ditemukan di Kali Muaraangke, Jakarta Barat, November 2001. Tim forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat memastikan korban adalah perempuan berusia 25 tahun. Diduga, pelaku melakukan mutilasi untuk menghilangkan jejak pembunuhan [baca: Korban Mutilasi di Muaraangke Dipastikan Wanita].(COK/Ridwan Pamungkas)