KOLOM: Egy Maulana, Lechia, dan Akhir Delusi Naturalisasi

Egy Maulana menyedot perhatian media belakangan ini, apa ekspektasi kepadanya?

oleh Liputan6.comDiterbitkan 16 Maret 2018, 08:00 WIB
Kolom Bola Asep Ginanjar (Liputan6.com/Abdillah)

Liputan6.com, Jakarta - Sepekan ini, pemberitaan seputar sepak bola nasional didominasi satu nama: Egy Maulana Vikri. Pemberitaan besar-besaran dilakukan banyak media massa begitu pemain berumur 17 tahun itu diumumkan sebagai pemain baru Lechia Gdansk, klub Ekstraklassa Polandia, pada Minggu lalu. Saat ini, bila Anda melakukan pencarian dengan kata kunci "Egy Maulana Vikri", Google News akan menampilkan 106.000 hasil dalam 0,17 detik.

Euforia yang timbul sangat bisa dimengerti. Pemain Indonesia dikontrak klub Eropa adalah hal langka. Jadi, tak usah heran bila semua berlomba-lomba memberitakannya. Apalagi Egy adalah harapan masa depan sepak bola kita. Puja-puji untuk pemain yang satu ini sudah tertumpah sejak lama.

Salah satunya tentu saja dari Quique Sanchez Flores. Saat membawa Espanyol melawat ke Indonesia, dia sempat menyebut Egy Maulana sebagai Lionel Messi-nya Indonesia. Itu tentu bukan basa-basi belaka, melainkan berdasar pada kemampuan dan posturnya. The Guardian pada tahun lalu pun memasukkan Egy ke dalam daftar 60 pemain muda paling berbakat.

Kiprah Egy di level junior, setidaknya dalam dua tahun terakhir, memang cemerlang. Tak heran bila dia diramalkan bakal menjadi bintang masa depan. Itu hal yang sangat wajar di tengah dahaga publik sepak bola nasional akan prestasi gemilang timnas Indonesia.

Melihat jejak gemilangnya di level junior, tak bisa disangkal, Egy adalah permata. Dia harus dijaga sebaik-baiknya. Imbauan Indra Sjafri, mantan pelatih timnas U-19 Indonesia, agar Egy berkelana di Eropa sangatlah tepat. Bagaimanapun, bila berkutat di dalam negeri, sulit membayangkan talenta yang ditempa Diklat Ragunan tersebut berkembang sesuai bakatnya dan mampu mengeluarkan seluruh potensinya.

Pesepak bola Indonesia, Egy Maulana memasuki stadion saat diperkenalkan sebagai pemain baru Lechia Gdansk di Stadion Energa Gdańsk, Polandia, Minggu (11/3/2018). Dirinya dikontrak Lechia Gdansk selama tiga musim. (Lechia Gdansk)

Lanjut Baca:

Memang, Egy hanya bergabung dengan Lechia, sebuah klub semenjana di Polandia. Lechia bukanlah Legia Warsawa yang sebelumnya santer dikabarkan sebagai klub yang akan dibela Egy. Namun, rasanya Lechia tetap pilihan lebih baik dibanding bergabung dengan klub lokal mana pun, terutama dalam hal profesionalisme. Lagi pula, patut diingat, ini adalah langkah awal [Egy Maulana](3373652 "") berkiprah di sepak bola profesional. Sangat realistis untuk bergabung dengan klub semenjana yang memungkinkan dia mendapat kesempatan bermain. Di tahap awal, itu merupakan hal terpenting. Untuk apa bergabung dengan klub besar tapi tanpa harapan berlaga?

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya