Liputan6.com, Jakarta: Pematung dari Indonesia, Iriantine Karnaya mengikuti pameran seni patung dengan 28 negara peserta di Uni Emirat Arab, baru-baru ini. Ciptaan dosen Teknik Arsitektur Universitas Indonesia itu terpilih sebagai karya terfavorit dan satu-satunya karya yang masuk ke museum patung di negara tersebut.
Dalam keseharian, Iriantine berkutat selama berjam-jam dalam sebuah bengkel kerja. Tangan seniman itu selalu sibuk dan tidak pernah bersih dari bahan patung. Kesibukan lulusan jurusan Senirupa Institut Teknologi Bandung itu mengesankan dia tidak peduli pada kenyataan bahwa masyarakat Indonesia belum memberi penghargaan yang cukup terhadap seni patung.
Hari demi hari, Iriantine terus memproduksi berbagai bentuk patung dari beragam bahan dasar. Pengajar di Institut Kesenian Jakarta ini berkeyakinan karyanya akan mendapat penghargaan yang cukup dari masyarakat dunia. Dia menolak anggapan apresiasi yang kurang di dalam negeri akan berakibat pada kreativitas dan kualitas seni patung yang rendah. Iriantine juga giat memasyarakatkan festival di mancanegara berskala internasional kepada pematung -pematung nasional.(COK/Tris Wijayanto dan Binsar Rahadian)
Dalam keseharian, Iriantine berkutat selama berjam-jam dalam sebuah bengkel kerja. Tangan seniman itu selalu sibuk dan tidak pernah bersih dari bahan patung. Kesibukan lulusan jurusan Senirupa Institut Teknologi Bandung itu mengesankan dia tidak peduli pada kenyataan bahwa masyarakat Indonesia belum memberi penghargaan yang cukup terhadap seni patung.
Hari demi hari, Iriantine terus memproduksi berbagai bentuk patung dari beragam bahan dasar. Pengajar di Institut Kesenian Jakarta ini berkeyakinan karyanya akan mendapat penghargaan yang cukup dari masyarakat dunia. Dia menolak anggapan apresiasi yang kurang di dalam negeri akan berakibat pada kreativitas dan kualitas seni patung yang rendah. Iriantine juga giat memasyarakatkan festival di mancanegara berskala internasional kepada pematung -pematung nasional.(COK/Tris Wijayanto dan Binsar Rahadian)