Liputan6.com, Cibinong: Wakil Presiden Hamzah Haz meminta aparat keamanan di Ambon, Maluku, mengambil tindakan tegas terhadap aksi-aksi yang dilakukan kelompok Republik Maluku Selatan (RMS) yang tergolong sebagai gerakan sparatisme. Permintaan ini disampaikan Wapres seusai salat Jumat di kawasan Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Jumat (3/5).
Menurut Hamzah, tindakan tegas terhadap RMS dan kelompok sparatisme adalah point yang diamanatkan dalam kesepakatan Malino II. Ia juga meminta agar dalam menangani aksi kekerasan di Ambon, aparat keamanan, baik dari kepolisian dan TNI serta gubernur menjaga kekompakan dan tak berjalan sendiri-sendiri.
Sebelumnya, para tokoh agama diimbau tak memberikan pernyataan yang justru akan memanaskan situasi di ibu kota Provinsi Maluku itu. Sebaliknya, mereka diminta mendinginkan suasana Kota Ambon dan berupaya mencari penyelesaian konflik [baca: Pemuka Agama Diminta Mendinginkan Ambon].(PIN/Tris Wijayanto dan Anto Susanto)
Menurut Hamzah, tindakan tegas terhadap RMS dan kelompok sparatisme adalah point yang diamanatkan dalam kesepakatan Malino II. Ia juga meminta agar dalam menangani aksi kekerasan di Ambon, aparat keamanan, baik dari kepolisian dan TNI serta gubernur menjaga kekompakan dan tak berjalan sendiri-sendiri.
Sebelumnya, para tokoh agama diimbau tak memberikan pernyataan yang justru akan memanaskan situasi di ibu kota Provinsi Maluku itu. Sebaliknya, mereka diminta mendinginkan suasana Kota Ambon dan berupaya mencari penyelesaian konflik [baca: Pemuka Agama Diminta Mendinginkan Ambon].(PIN/Tris Wijayanto dan Anto Susanto)