Liputan6.com, Jakarta: Penyidikan kasus bom terus berlangsung. Hasil sementara, Mabes Polri menduga dana yang diperoleh untuk melakukan aksi pemboman berasal dari patungan dari para pelaku.
"Sementara itu dari mereka patungan sendiri. Jadi mereka saling berkontribusi di antara mereka," ungkap Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Pol Boy Rafly Amar, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (25/4).
Boy pun menambahkan, di antara tersangka lain, Mr P merupakan orang yang paling dominan. Termasuk dalam pemberian dana dan ide. "Sementara dalam pemeriksaan P memang dominan dalam kelompok itu," terangnya kepada wartawan.
Mr P disebut-sebut sebagai Pepi Fernando. Lulusan UIN Syarif Hidayatullah tersebut diduga menjadi pelaku teror bom buku bersama 19 pelaku lainnya. Polisi hingga kini masih mengembangkan penyidikan dan mencari motif pemboman.(MEL)
"Sementara itu dari mereka patungan sendiri. Jadi mereka saling berkontribusi di antara mereka," ungkap Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Pol Boy Rafly Amar, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (25/4).
Boy pun menambahkan, di antara tersangka lain, Mr P merupakan orang yang paling dominan. Termasuk dalam pemberian dana dan ide. "Sementara dalam pemeriksaan P memang dominan dalam kelompok itu," terangnya kepada wartawan.
Mr P disebut-sebut sebagai Pepi Fernando. Lulusan UIN Syarif Hidayatullah tersebut diduga menjadi pelaku teror bom buku bersama 19 pelaku lainnya. Polisi hingga kini masih mengembangkan penyidikan dan mencari motif pemboman.(MEL)