Penyaluran Dana Pendidikan di Jateng Macet

Sejumlah bupati di Jateng mengalihkan dana pendidikan buat menanggulangi bencana alam beberapa waktu silam. Akibatnya, ratusan sekolah di Jateng terpaksa membatalkan rencana merehabilitasi gedungnya.

oleh Liputan6Diterbitkan 21 April 2002, 07:07 WIB
Liputan6.com, Semarang: Alokasi anggaran pendidikan sebesar Rp 4 miliar untuk perbaikan gedung sekolah di 11 kabupaten di Jawa Tengah tidak tersalurkan. Diperkirakan, dana tersebut telah berkurang karena sejumlah bupati mengalihkannya untuk penanggulangan bencana alam beberapa waktu silam. Buntutnya sekitar 125 gedung sekolah dasar, madrasah ibtidaiyah, dan sekolah lanjutan pertama, di Jepara, Wonosobo, Banyumas, Pati, serta Kudus, batal direnovasi. Demikian pemantauan SCTV di Semarang, Jateng, baru-baru ini.

Pengalihan anggaran pendidikan untuk penanggulangan bencana itu terungkap setelah 11 kepala sekolah di Jateng mengadu ke DPRD setempat. Sebenarnya, anggaran tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Jateng, dengan total Rp 4,21 miliar. Sedianya, setiap SD dan MI yang berjumlah 50 sekolah mendapat dana Rp 30 juta. Jumlah yang sama juga diberikan kepada 40 SLTP dan madrasah tsanawiyah. Sementara setiap sekolah menengah atas dan kejuruan yang berjumlah 34, mendapat Rp 60 juta. Padahal, penyaluran dana itu sudah direstui Komisi E DPRD Jateng, dan dinas pendidikan setempat.(ZAQ/Yudi Sutomo)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya