Liputan6.com, Kuta - Bali United sudah berdiri hampir tiga tahun lamanya. Meski terbilang masih muda, klub berjuluk Serdadu Tridatu ini, mampu menunjukkan taringnya di kancah sepakbola nasional. Bali United yang berlaga di kasta tertinggi sepakbola nasional menjadi tim yang sarat prestasi.
Pada musim Liga 1 2017, klub asuhan Widodo Cahyono Putro itu nyaris keluar sebagai jawara di hajatan yang dikelola PT Liga Indonesia Baru (LIB) tersebut. Meski memiliki poin sama dengan Bhayangkara FC sebagai pemuncak klasemen, namun Bali United kalah head to head dengan tim yang kala itu bermarkas di Stadion Patriot Chandrabaga itu.
Advertisement
Kini, Irfan Bachdim dan kawan-kawan mendapat kesematan berlaga di kancah Asia. Mereka mendapat tiket di Liga Champions Asia meski pada akhirnya harus turun kasta ke gelaran AFC setelah gagal di babak penyisihan.
Prestasi gemilang Bali United tak lepas dari dukungan luar biasa suporter mereka yang menamakan diri Semeton Dewata. Sponsor mengalir deras. Pemain bintang dikumpulkan dalam klub sehingga Bali United menjelma menjadi "The Dream Team".
Bali United bak magnet yang kuat tak hanya bagi warga Bali, tetapi juga wisatawan yang tengah berlibur. Saban pertandingan home Bali United digelar, dapat dengan mudah dijumpai wisatawan yang tengah menyaksikan jalannya laga, baik di tribun ekonomi maupun VIP.
Destinasi Baru
Ya, Bali United kini seakan menjadi destinasi baru bagi turis yang tengah menghabiskan waktu berlibur di Bali. Mereka ikut dalam gegap gemita jalannya pertandingan. Jersey, syal dan segala macam atribut klub yang bermarkas di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar tak luput mereka kenakan.