Tolak Autopsi, Keluarga Korban Peluru Nyasar di Papua Tutup Jalan

Hingga kini Polres Timika masih memeriksa saksi-saksi terkait tewasnya ibu Emakolata yang menjadi korban peluru nyasar, Sabtu, 3 Februari.

oleh Raden Trimutia Hatta diperbarui 05 Feb 2018, 18:51 WIB

Liputan6.com, Papua - Warga Kampung Pulau Karaka terus menggelar aksi protes dengan menutup jalan utama di depan Gedung DPRD Mimika, Papua. Aksi itu dilakukan karena pihak keluarga tak mengizinkan jenzah Emakolata, korban peluru nyasar oleh oknum polisi di areal Pelabuhan PT Freeport Indonesia diautopsi.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Senin (5/2/2018), akibat aksi ini arus lalu lintas utama dari Kota Kuala Kencana menuju Timika dan sebaliknya terganggu.

Hingga kini Polres Timika masih memeriksa saksi-saksi terkait tewasnya Emakolata yang menjadi korban peluru nyasar, Sabtu malam, 3 Februari 2018.

Insiden itu terjadi saat dia bersama sang suami hendak mengambil air bersih di dermaga Pelabuhan PT Freeport. Disaat bersamaan, ada pengejaran terhadap seorang pencuri. Selanjutnya terdengar suara tembakan hingga tiga kali. Namun yang tersungkur bukan sang pencuri melainkan Emakolata.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya