Liputan6.com, Jakarta: Maya Firanti Noer merasa bersalah lantaran tak dapat menjaga buah hatinya, Putri Ariyanti, dari hal negatif termasuk narkoba. Perasaan itu semakin besar saja terasa karena ia sudah sering menasihati agar Putri tak terjerembab ke dalam narkoba seperti dirinya dulu.
"Saya minta dia salat, berdoa, banyak istighfar. Padahal saya sering wanti-wanti. Saya tuh curiganya dia itu kurus karena tadinya kan gemuk banget. Saya ingetin terus jangan sampe salah jalan kayak saya," kata Maya dalam Halo Selebriti, Rabu (23/3).
Nasi sudah menjadi bubur. Nasihat Maya pun tak berguna lagi karena putrinya pun sudah terjatuh ke dalam lubang itu."Kita kan sebagai orang tua engga bisa 24 jam ngikutin yah. Engga ada yang bisa disalahin kalau udah kaya gini." katanya dengan tatapan menerawang.
Anak dari Ari Sigit ini ditangkap bersama seorang perwira Mabes Polri berinisial ES dan seorang kurir narkoba berinisial GN alias AG saat berada di Hotel Maharani, Mampang, Jakarta Selatan dini hari. Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa shabu 32,3 gram dari, 500 butir ekstasi, dan satu plastik shabu seberat 5,8 gram.
Tidak ada perlakuan dan fasilitas khusus yang diberikan polisi kepada cicit almarhum mantan Presiden Soeharto itu. Putri akan diperlakukan sama seperti tahanan lain. Ia tidak mendapat pengecualian apa pun, termasuk berkomunikasi bebas dengan menggunakan ponsel [baca: Cicit Soeharto Tidak Diistemewakan].
"Saya minta dia salat, berdoa, banyak istighfar. Padahal saya sering wanti-wanti. Saya tuh curiganya dia itu kurus karena tadinya kan gemuk banget. Saya ingetin terus jangan sampe salah jalan kayak saya," kata Maya dalam Halo Selebriti, Rabu (23/3).
Nasi sudah menjadi bubur. Nasihat Maya pun tak berguna lagi karena putrinya pun sudah terjatuh ke dalam lubang itu."Kita kan sebagai orang tua engga bisa 24 jam ngikutin yah. Engga ada yang bisa disalahin kalau udah kaya gini." katanya dengan tatapan menerawang.
Anak dari Ari Sigit ini ditangkap bersama seorang perwira Mabes Polri berinisial ES dan seorang kurir narkoba berinisial GN alias AG saat berada di Hotel Maharani, Mampang, Jakarta Selatan dini hari. Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa shabu 32,3 gram dari, 500 butir ekstasi, dan satu plastik shabu seberat 5,8 gram.
Tidak ada perlakuan dan fasilitas khusus yang diberikan polisi kepada cicit almarhum mantan Presiden Soeharto itu. Putri akan diperlakukan sama seperti tahanan lain. Ia tidak mendapat pengecualian apa pun, termasuk berkomunikasi bebas dengan menggunakan ponsel [baca: Cicit Soeharto Tidak Diistemewakan].