The SOMT Perjuangkan Candi Muaro Jambi

The Society of Muaro Jambi Temple memperjuangkan situs candi Muaro Jambi hingga dikenal di mancanegara.

oleh Liputan6Diterbitkan 14 Maret 2011, 10:06 WIB
Citizen6, Jambi: Masyarakat Peduli Candi Muaro Jambi atau The Society of Muaro Jambi Temple (The SOMT) akan terus memperjuangkan situs candi Muaro Jambi, agar dapat dikenal dan diakui dunia sekaligus bisa menjadi salah satu warisan budaya.

"Sampai sekarang The SOMT terus memperjuangkan candi Muaro Jambi, supaya dikenal di mancanegara melalui berbagai kegiatan dan publikasi serta mengupayakan sampai ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO)," kata salah satu pengurus The SOMT, di Jambi, Rabu.

The SOMT, Jambi, telah melakukan kegiatan pengenalan situs candi tersebut sejak satu tahun lalu melalui program yang sudah disusun dan terencana.

Kini, The SOMT telah menjalani kerjasama dengan pemerintah daerah dan provinsi melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat untuk bersama-sama memperjuangkan candi Muaro Jambi. Untuk lebih dikenal dunia dan diakui sebagai salah satu warisan dunia.

Berbagai kegiatan yang telah dilakukan, salah satunya kegiatan menjalin kerjasama dengan pemerintah India, khususnya wilayah Nelanda (India) yang memiliki hampir kesamaan dengan terdapatnya prastasi disana tentang ajaran agama Buddha, seperti peninggalan situs candi Muaro Jambi tersebut.

Jalinan kerjasama tersebut sudah berjalan, lantaran kedua belah pihak kini saling mengunjungi ke negara masing-masing. Dimana pihak perwakilan pemerintah India telah berkunjung ke candi Muaro, Jambi dan sebaliknya pihak perwakilan The SOMT Bambang Budi Utom ahli Arkeologi ke Nelanda, India beberapa waktu lalu.

Untuk memperkenalkan situs candi Muaro Jambi, sekilas tentang situs tersebut yang terletak di Desa Muaro Jambi Kecamatan Muaro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi.

Dikawasan ini terdapat Candi Astano, Candi Tinggi, Candi Gumpung, Candi Kembar Batu, Candi Gedong, Candi Kedaton dan Candi Koto Mahligai. Dilihat dari segi arsiteknya, bangunan tersebut merupakan kebudayaan Budhis pada abad ke IV dan V Masehi.

Dikompleks candi Muaro Jambi itu juga terdapat Candi Kembar Batu, letaknya sekitar 250 meter di tenggara Candi Tinggi yang dibatasi fisik oleh pagar keliling yang berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran yang tidak sama setiap sisinya dan disana juga pernah ditemukan Gong Cina oleh para arkeolog.

Sampai awal abad ke-21 Masehi ini, disitus candi Muaro Jambi telah teridentifikasi kurang lebih 110 bangunan candi yang terdiri dari kurang 39 kelompok candi.

Bangunan candi tersebut merupakan peninggalan kerajaan Melayu hingga kerajaan Sriwijaya, yang berlatar belakang kebudayaan Melayu Buddhis dan diperkirakan candi-candi dilokasi situs sejarah candi Muaro Jambi mulai dibangun sejak abad 4 Masehi, salah satu diantara kelompok candi tersebut adalah Candi Gumpung. (Pengirim: Romy)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya