KOLOM: Ketika Goretzka Menuai Masalah

Goretzka membuat fans Schalke mengamuk karena bakal pindah ke Bayern Munchen di akhir musim.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 26 Januari 2018, 08:00 WIB
Kolom Bola Asep Ginanjar (Liputan6.com/Abdillah)

Liputan6.com, Jakarta - Masalah. Siapa sih yang mau bermasalah dan dikelilingi masalah? Rasanya tak ada orang yang mau seperti itu. Apalagi bila bermasalah dengan orang-orang yang punya kekuasaan. Berabe urusannya. Kelar idup lo! Itu pula sepertinya yang dirasakan gelandang Schalke 04, Leon Goretzka.

Akan tetapi, siapa pun tak bisa menghindari masalah. Sepanjang masih bisa bernapas, manusia selalu dihadapkan dengan masalah. Manusia tak akan lagi bermasalah bila memang hidupnya sudah kelar. Seperti kata Joseph Stalin, hanya kematian yang mengakhiri semua masalah manusia.

Meskipun begitu, bukan berarti kita boleh bermain-main dengan masalah atau mencari-cari masalah. Memang benar, kita bisa mempermasalahkan segala masalah, mempersoalkan semua persoalan, bahkan memerkarakan semua perkara. Namun, alangkah bijak bila kita bisa memilah dan memilih, mana yang pantas dipermasalahkan, mana pula yang sepatutnya tak dipermasalahkan apalagi sampai diperkarakan.

Paling mudah itu mempermasalahkan pendapat, putusan atau pendirian orang lain. Tentu dengan nada menyalahkan karena merasa diri sebagai yang paling benar. Kiranya, sudah bawaan manusia untuk cenderung merasa seperti itu. Padahal, siapa pun tahu, mahabenar dan mahatahu adalah sifat khalik, bukan makhluk.

Saat ini, kiranya yang mengaku paling benar itu adalah para fans fanatik FC Schalke 04. Adapun yang paling salah, ya sudah tentu Leon Goretzka. Gara-garanya sederhana. Sang gelandang setuju pindah ke Bayern Muenchen saat kontraknya di Schalke usai, akhir Juni nanti.

Bayern Munchen selalu gerus kekuatan rival seperti Schalke (AFP/Patrik Stollarz)

Bagi para fans Schalke, putusan pemain berumur 22 tahun itu salah sehingga harus dipermasalahkan. Bagaimanapun, dari sudut pandang fans, hal terpenting dan paling mulia adalah kesetiaan. Itulah yang paling berharga di mata mereka. Pindah, apalagi ke klub yang paling dibenci, adalah pengkhianatan terbesar. Dan seorang pengkhianat sangat layak untuk dihujat.

Lanjut Baca:

Maka muntahlah sumpah serapah. Bukan hanya lewat lisan, melainkan juga lewat tulisan, bentangan spanduk raksasa di Veltins Arena saat Die Koenigsblauen menghadapi Hannover 96. Intinya, ya menegaskan bahwa Goretzka telah salah jalan dan tak bisa dimaafkan. Kalau boleh, dia sepatutnya dirajam dengan batu-batu tajam. [vidio:](https://www.vidio.com/watch/687291-schalke-4-1-wolfsburg-liga-jerman-highlight-pertandingan-dan-gol-gol)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya